Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Selat Sunda Resmi Diperpanjang Tiga Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers di Posko SAR pada Senin (14/9/2026).(poto: kompas.com).

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers di Posko SAR pada Senin (14/9/2026).(poto: kompas.com).

Jakarta, jemarionline.comTim SAR gabungan resmi memperpanjang masa pencarian rombongan jurnalis hilang Selat Sunda selama tiga hari ke depan. Keputusan tersebut diambil setelah tim penyisir belum menemukan keberadaan delapan penumpang hingga hari ketujuh operasi.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers di Posko SAR pada Senin (14/9/2026). Pihaknya menyimpulkan hasil operasi pencarian hingga hari ketujuh masih menunjukkan hasil nihil.

Tim gabungan menyepakati perpanjangan operasi setelah menggelar rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah. Keputusan ini memayungi seluruh personel yang terus bergerak melakukan penyisiran di perairan perbatasan tersebut.

Gubernur Banten Andra Soni sebelumnya meminta Basarnas memperpanjang masa pencarian rombongan yang hilang sejak pekan lalu. Ia menyuarakan permintaan tersebut kepada Polda Banten, Lanal Banten, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Andra menegaskan langkah ini sangat penting karena delapan orang dalam speedboat Arupadhatu 1 belum ditemukan. Rombongan tersebut terdiri dari lima orang wartawan dan tiga awak kapal yang sedang bertugas.

Pemerintah Daerah Banten merespons secara langsung harapan serta aspirasi dari pihak keluarga para korban. Petugas posko terus menjalin komunikasi intensif sambil memberikan pendampingan emosional kepada keluarga penumpang.

Baca Juga :  BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?

Andra menyebutkan bahwa keluarga korban sangat berharap tim penyisir terus bekerja di area pencarian. Pihaknya berkomitmen mengerahkan bantuan maksimal demi mengupayakan keselamatan seluruh anggota rombongan.

Tim Gabungan Memperpanjang Operasi Pencarian Korban Hilang

Tim SAR gabungan langsung merancang ulang peta lokasi penyisiran untuk tiga hari masa perpanjangan. Para petugas akan menyisir ulang wilayah perairan yang pernah mereka lintasi sejak hari pertama pencarian.

Evaluasi menyeluruh ini melibatkan analisis pergerakan arus air serta kondisi cuaca terbaru. Petugas menggabungkan data perkiraan cuaca dari BMKG dan pemetaan kondisi geologis dari PVMBG.

Integrasi data BMKG dan PVMBG membantu petugas memperhitungkan arah pergeseran objek di permukaan laut. Tim lapangan mengandalkan kalkulasi teknis ini guna menentukan koordinat sasaran pencarian yang lebih presisi.

Metode penyisiran tetap mengombinasikan armada kapal laut dan pemantauan udara secara berkala. Namun, skenario pergerakan armada di lapangan menyesuaikan situasi perubahan cuaca ekstrem yang dinamis.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Dihapus dalam Revisi UU ASN

Kendala Kabut Tebal Dan Jarak Pandang Terbatas

Kondisi cuaca di Perairan Selat Sunda memberi tantangan besar bagi para personel tim pencari. Kabut tebal kerap menyelimuti jarak pandang petugas sejak hari kelima hingga hari ketujuh pencarian.

Gangguan kabut tebal membatasi pandangan mata secara drastis saat armada udara hendak melintas. Kondisi alam berbahaya ini memaksa petugas menunda penerbangan beberapa armada pendukung pencarian.

Pada hari keenam pencarian, helikopter SAR yang bersiap terbang tidak dapat lepas landas. Petugas terpaksa membatalkan pantauan udara akibat jarak pandang yang sangat membahayakan keselamatan penerbangan.

Basarnas Lampung turut menggeser fokus operasi penyisiran menuju kawasan perairan Teluk Semangka. Langkah pemindahan area ini menjadi bagian dari penyesuaian strategi demi menemukan seluruh korban.

Tim penyisir terus menyisir area laut dengan cermat sembari menunggu cuaca kembali membaik. Seluruh personel gabungan tetap memfokuskan pencarian pada koordinat potensial berdasarkan data pergeseran terbaru.(ar)

Berita Terkait

Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara
Pencarian Jurnalis Hilang Selat Sunda Masuki Hari Kesembilan
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Ke Level Rp 17.731 Per Dollar AS
Warga Sukoharjo Jadi Korban Kapal Terbalik di Laut Jawa, Keluarga Nanti Kabar Evakuasi
Suahasil Nazara Resmi Memimpin Kementerian Keuangan Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Puluhan Siswa dan Guru SDN 2 Kanigoro Madiun Diduga Keracunan MBG
Kerahkan Drone Thermal, Tim Gabungan Atasi Karhutla Banjarbaru
Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:51 WIB

Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara

Rabu, 16 September 2026 - 10:57 WIB

Pencarian Jurnalis Hilang Selat Sunda Masuki Hari Kesembilan

Rabu, 16 September 2026 - 10:37 WIB

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Ke Level Rp 17.731 Per Dollar AS

Senin, 14 September 2026 - 19:22 WIB

Warga Sukoharjo Jadi Korban Kapal Terbalik di Laut Jawa, Keluarga Nanti Kabar Evakuasi

Senin, 14 September 2026 - 19:16 WIB

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Selat Sunda Resmi Diperpanjang Tiga Hari

Berita Terbaru

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming saat meninjau lokasi pascabencana di Sumatera Utara pada 4 September 2026.(poto: kompas.com).

Hukum

Sidang Sengketa Syarat Gibran Digelar MK Malam Ini

Senin, 21 Sep 2026 - 08:14 WIB

Kasus Febrie Adriansyah bantah kepemilikan emas 74 kg saat pelimpahan tahap dua di Kejari Jakarta Selatan.(poto: kompas.com).

Nasional

Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara

Senin, 21 Sep 2026 - 07:51 WIB