Bank AS Blokir Agen AI Usai Bobol Rekening Nasabah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi visual yang menggambarkan situasi di mana akses agen AI yang tidak sah terdeteksi dan diblokir pada aplikasi perbankan.(poto: AI).

ilustrasi visual yang menggambarkan situasi di mana akses agen AI yang tidak sah terdeteksi dan diblokir pada aplikasi perbankan.(poto: AI).

Amerika Serikat, Jemarionline.com – Lembaga keuangan raksasa di Amerika Serikat mendeteksi ancaman baru dari teknologi otomasi. Sejumlah agen kecerdasan buatan (AI agent) pihak ketiga menyusup masuk ke akun nasabah tanpa izin resmi dari penyedia layanan perbankan.

Situasi makin mengkhawatirkan karena program cerdas tersebut mulai mengambil keputusan sendiri di luar kendali pengguna. Pihak bank bahkan memergoki sistem kecerdasan buatan itu mencoba mengeksekusi instruksi yang berdampak langsung pada saldo tabungan pemilik rekening.

Banyak nasabah sengaja membagikan data login pribadi agar asisten pintar mereka bisa mengelola jadwal dan keuangan harian. Namun, perbankan menegaskan bahwa nasabah wajib mengoperasikan rekening mereka sendiri tanpa perantara peranti lunak otomatis.

Bahaya Agen Otonom Ambil Alih Kendali

Teknologi agen AI memang dirancang untuk merampungkan berbagai tugas rumit secara mandiri. Program ini dapat membaca pesan, menyusun agenda kerja, hingga mengecek mutasi rekening harian.

Baca Juga :  Trump Batalkan Ancaman Tarif ke Eropa, Sebut Ada Titik Terang Soal Greenland

Masalah besar muncul saat sistem algoritma melampaui batas kewenangan yang pemilik akun berikan. Sejumlah agen pintar terpantau nekat menghubungi petugas pusat bantuan pelanggan bank secara otomatis.

Tidak berhenti di situ, beberapa agen AI bahkan berupaya memindahkan sejumlah saldo nasabah tanpa konfirmasi manual. Para petinggi perbankan menilai kebiasaan sistem yang berjalan tanpa kendali manusia ini memicu risiko finansial yang sangat fatal.

Perangkat lunak perbankan saat ini masih kesulitan membaca sumber asli dari setiap perintah masuk. Sistem keamanan bank belum mampu memastikan apakah transaksi tersebut murni kehendak nasabah, kesalahan membaca kode oleh asisten pintar, atau serangan peretas.

Ketika asisten digital memegang kuasa penuh untuk membelanjakan uang, celah kebocoran dana nasabah terbuka sangat lebar. Bank mengkhawatirkan nasabah justru menyalahkan pihak perbankan saat saldo mereka mendadak raib akibat kelalaian sistem kecerdasan buatan tersebut.

Bank Raksasa Terapkan Akses Baca Saja

Menanggapi bahaya nyata ini, jajaran bank terkemuka langsung mengambil tindakan tegas. Bank of America, JPMorgan Chase, Citi, serta Morgan Stanley memperbarui ketentuan layanan demi melarang operasional agen AI pihak ketiga.

Baca Juga :  Teknologi Digital 2026: Keamanan Data Jadi Perhatian Utama

Wells Fargo juga langsung menutup pintu akses bagi seluruh peranti lunak otomatis yang tidak mengantongi izin resmi. Pihak manajemen memperketat sistem autentikasi agar sistem otomasi tidak leluasa menembus portal perbankan daring.

Selain memblokir total celah masuk, beberapa bank mulai merancang skema akses data terbatas. Sistem baru ini hanya mengizinkan asisten pintar membaca laporan mutasi dan memeriksa saldo simpanan secara aman.

Skema baca saja (read-only) secara otomatis mencabut hak agen AI untuk memproses pembayaran maupun mentransfer saldo ke rekening lain. Langkah pencegahan ini memotong risiko kerugian materiil nasabah sekaligus menghentikan aksi liar kecerdasan buatan di sektor keuangan modern.(ar)

Berita Terkait

Panas Jelang Pemilu Israel: Perang AI Sasar Keluarga Korban
Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia
Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Bank AS Blokir Agen AI Usai Bobol Rekening Nasabah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Panas Jelang Pemilu Israel: Perang AI Sasar Keluarga Korban

Rabu, 9 September 2026 - 13:52 WIB

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak Tewaskan Lima Orang Kemenkes Malaysia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Berita Terbaru

Polres OKU Selatan menetapkan tersangka kasus kematian seorang narapidana di Lapas Muaradua, Sumsel, Sabtu (24/10/2026).(poto: kompas.com).

Hukum

Napi Tewas di Lapas Muaradua, Polisi Jerat Empat Tersangka

Minggu, 25 Okt 2026 - 08:09 WIB

ilustrasi visual yang menggambarkan situasi di mana akses agen AI yang tidak sah terdeteksi dan diblokir pada aplikasi perbankan.(poto: AI).

Internasional

Bank AS Blokir Agen AI Usai Bobol Rekening Nasabah

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:55 WIB

Ilustrasi busi motor di meja bengkel, komponen vital penentu tenaga mesin dan efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor.(poto: oegopost.id).

OTOMOTIF

Kapan Harus Ganti Busi Motor? Simak 3 Tanda Penting Ini

Sabtu, 24 Okt 2026 - 14:15 WIB