Trump Batalkan Ancaman Tarif ke Eropa, Sebut Ada Titik Terang Soal Greenland

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di World Economic Forum (WEF) Davos terkait pembatalan rencana tarif terhadap negara-negara Eropa dan isu Greenland.
(Foto: Getty Images)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di World Economic Forum (WEF) Davos terkait pembatalan rencana tarif terhadap negara-negara Eropa dan isu Greenland. (Foto: Getty Images)

Jemarionline – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana penerapan tarif terhadap sejumlah negara Eropa yang sebelumnya dijadwalkan berlaku pada awal Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah adanya kemajuan pembicaraan terkait Greenland dan kawasan Arktik.

Pembatalan tarif tersebut disampaikan Trump di sela pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Ia menyebut telah tercapai kerangka kesepakatan awal dengan NATO yang dinilai membuka jalan bagi penyelesaian isu Greenland secara diplomatis.

Sejak awal, tarif direncanakan sebagai bentuk tekanan Amerika Serikat kepada negara-negara Eropa yang menolak ambisi AS memperluas pengaruh strategis di wilayah Arktik. Namun, Trump menilai pendekatan dialog lebih efektif dibandingkan eskalasi perang dagang.

Kesepakatan Awal dengan NATO

Trump mengatakan pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO menghasilkan pemahaman bersama terkait kerja sama masa depan di kawasan Arktik. Kerangka kesepakatan tersebut dinilai cukup positif sehingga ancaman tarif akhirnya ditarik.

Baca Juga :  Prabowo Serukan Perdamaian di KTT ASEAN, Dorong Penyelesaian Konflik Thailand–Kamboja

Menurut Trump, kesepakatan ini berpotensi menguntungkan Amerika Serikat dan sekutu NATO jika dikembangkan lebih lanjut. Meski begitu, rincian teknis kerja sama tersebut masih akan dibahas dalam pertemuan lanjutan.

Latar Belakang Isu Greenland

Greenland merupakan wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini menjadi perhatian Amerika Serikat karena posisi strategisnya di kawasan Arktik dan potensi sumber daya alam yang besar.

Trump sebelumnya secara terbuka menyatakan keinginannya agar Amerika Serikat memiliki pengaruh lebih besar atas Greenland. Pernyataan tersebut memicu penolakan dari Denmark dan negara-negara Eropa, yang menegaskan bahwa Greenland bukan objek negosiasi politik.

Baca Juga :  Indonesia dan Iran Jalin Hubungan Diplomatik Sejak 1950, Kini Terus Perkuat Kerja Sama

Ancaman tarif kemudian muncul sebagai bagian dari tekanan politik dan ekonomi. Namun, langkah tersebut akhirnya dibatalkan seiring meredanya ketegangan diplomatik.

Respons Global dan Pasar

Keputusan Trump disambut positif oleh para pemimpin Eropa. Mereka menilai langkah tersebut dapat meredakan ketegangan hubungan transatlantik dan membuka ruang dialog yang lebih konstruktif.

Pasar keuangan global juga merespons positif. Investor melihat pembatalan tarif sebagai sinyal stabilitas hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Eropa.

Langkah Selanjutnya

Meski ancaman tarif telah dicabut, isu Greenland masih menjadi pembahasan sensitif dalam hubungan internasional. Para pengamat menilai keberhasilan kesepakatan ini akan bergantung pada keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah Greenland dan Denmark.

Untuk saat ini, pembatalan tarif dinilai sebagai langkah de-eskalasi yang memberi ruang bagi solusi diplomatik jangka panjang.

Berita Terkait

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru

Stadion Teladan Medan diusulkan menjadi salah satu venue pertandingan ASEAN U-19 Championship 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara.( Poto : istimewa)

Sepak Bola

PSSI Sumut Ambil Alih Akomodasi AFF U-19 2026 di Medan

Rabu, 3 Jun 2026 - 06:35 WIB