Mantan Kepala Intelijen Inggris Sebut Iran Lebih Tangguh, Opsi AS dan Israel Kian Terbatas

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Kepala Intelijen Inggris Sebut Iran Lebih Tangguh, Opsi AS dan Israel Kian Terbatas

Mantan Kepala Intelijen Inggris Sebut Iran Lebih Tangguh, Opsi AS dan Israel Kian Terbatas

Jakarta – Mantan kepala badan intelijen luar negeri Inggris, Sir Alex Younger, mengungkapkan bahwa Iran memiliki kekuatan yang jauh lebih tangguh dari perkiraan dalam menghadapi tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.

Dalam analisis terbarunya, Younger menilai pendekatan yang diambil oleh Iran membuat negara tersebut mampu bertahan dari berbagai tekanan, bahkan dalam situasi konflik yang memanas sekalipun.

Strategi Militer Fleksibel

Menurut Younger, salah satu kunci kekuatan Iran terletak pada strategi militernya yang fleksibel dan adaptif. Negara tersebut tidak menempatkan seluruh kekuatan militernya di satu titik, melainkan menyebarkannya ke berbagai wilayah.

Selain itu, komando lapangan juga diberikan kewenangan lebih besar untuk mengambil keputusan cepat. Langkah ini membuat respons Iran terhadap serangan menjadi lebih efektif dan sulit diprediksi.

Baca Juga :  Prajurit AS di Kapal Induk Alami Stres Berat,Ini Penyebabnya

“Iran menunjukkan kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dalam tekanan yang tinggi,” ujar Younger.

Terapkan Eskalasi Horizontal

Iran juga disebut menerapkan strategi “eskalasi horizontal”, yaitu memperluas area konflik dengan menyerang berbagai target dalam jangkauan yang lebih luas. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap lawan tanpa harus terlibat dalam satu titik pertempuran besar.

Strategi tersebut dinilai efektif dalam mengimbangi kekuatan militer yang lebih besar dari pihak lawan.

Pengaruh Besar di Jalur Energi Global

Tak hanya dari sisi militer, Iran juga memanfaatkan posisinya dalam jalur distribusi energi dunia. Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak global.

Ancaman terhadap jalur ini dapat berdampak luas pada stabilitas ekonomi dunia, sehingga meningkatkan tekanan terhadap pihak-pihak yang berkonflik dengan Iran.

Baca Juga :  Jepang Perketat Naturalisasi 2026, Masa Tinggal Jadi 10 Tahun

Opsi AS dan Israel Dinilai Tidak Ideal

Younger menegaskan bahwa opsi yang dimiliki Amerika Serikat dan Israel saat ini semakin terbatas.

Menurutnya, bagi Iran konflik ini merupakan persoalan eksistensial atau menyangkut kelangsungan negara. Sementara bagi Amerika Serikat, konflik masih dianggap sebagai bagian dari pilihan strategis.

Perbedaan sudut pandang ini membuat Iran dinilai lebih siap menghadapi konflik jangka panjang.

Kesimpulan

Dengan strategi militer yang adaptif dan kemampuan memanfaatkan faktor geopolitik, Iran dinilai berhasil memperkuat posisinya di tengah tekanan global. Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel kini dihadapkan pada situasi yang semakin kompleks dengan pilihan yang tidak mudah.

Berita Terkait

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
PBB dan Kemlu RI Ungkap Penyerang Praka Rico Adalah Israel, Fakta Ini Mengejutkan
Polandia Borong Emas Saat Dunia Cemas, Rusia Justru Jual Cadangan, Ada Apa?
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:00 WIB

China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB