Wali Kota Alfin Dampingi Al Haris Hadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: JAMBIPRIMA

Foto: JAMBIPRIMA

Sungai Penuh, Jemarionline.comKenduri Sko Tanjung Pauh menjadi momentum pelestarian budaya masyarakat Kerinci. Wali Kota Sungai Penuh Alfin mendampingi Gubernur Jambi Al Haris menghadiri Festival Budaya Kenduri Sko Kerapatan Adat Lima Desa Tanjung Pauh di Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026).

Festival budaya tersebut mengangkat tema “Lestari Budaya Satukan Generasi di Tengah Kemajuan Zaman”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga adat istiadat sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.

Selain Wali Kota Sungai Penuh Alfin dan Gubernur Jambi Al Haris, kegiatan itu juga menghadirkan Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Kerinci Murison, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah.

Alfin Apresiasi Masyarakat Jaga Tradisi Leluhur

Wali Kota Sungai Penuh Alfin memberikan apresiasi kepada masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh yang terus mempertahankan tradisi Kenduri Sko. Menurutnya, kegiatan adat tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga mencerminkan komitmen masyarakat menjaga identitas daerah.

Alfin menilai Kenduri Sko memiliki nilai penting bagi generasi muda. Tradisi tersebut mengajarkan masyarakat untuk memahami sejarah, menghargai warisan leluhur, dan menjaga hubungan sosial.

Baca Juga :  Kemenkum Jambi Perkuat Perlindungan Kopi Arabika Sungai Penuh Lewat Indikasi Geografis

Ia berharap masyarakat terus mengenalkan budaya Kerinci kepada generasi berikutnya. Dengan begitu, nilai adat tetap hidup meski masyarakat menghadapi perkembangan zaman yang semakin modern.

Festival Kenduri Sko juga menampilkan berbagai atraksi budaya. Masyarakat menyambut para tamu melalui pertunjukan pencak silat, pengalungan selendang, serta tarian penyambutan khas Kerinci.

Lima Desa Tampilkan Kekayaan Budaya Kerinci

Kegiatan Kenduri Sko diikuti masyarakat dari lima desa, yaitu Desa Tanjung Pauh Mudik, Punai Merindu, Pancuran Tiga, Bukit Pulai, dan Sumur Jauh. Kelima desa tersebut menampilkan berbagai kesenian tradisional dalam rangkaian festival budaya.

Sejumlah pertunjukan menghiasi acara, mulai dari penyambutan adat, pencak silat, tari penyambutan, tari massal Iyo-Iyo, pencak silat massal, hingga tari kolosal. Penampilan tersebut menggambarkan kekayaan budaya masyarakat Kerinci.

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa Kenduri Sko memiliki makna besar bagi masyarakat. Tradisi yang berlangsung setiap lima tahun sekali itu menjadi kesempatan untuk mempererat persatuan sekaligus menjaga nilai sejarah dan adat.

Al Haris mengajak masyarakat tidak hanya menampilkan budaya dalam acara seremonial. Ia mendorong warga untuk menerapkan nilai adat dalam kehidupan sehari-hari agar warisan leluhur tetap berkembang.

Baca Juga :  Nyerau dan Mendingin Negroi Awali Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik

Kenduri Sko Jadi Ruang Perkuat Persatuan Warga

Selain memperkuat budaya, Kenduri Sko juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Al Haris menerima berbagai aspirasi warga terkait kebutuhan pembangunan di wilayah Tanjung Pauh Mudik.

Salah satu perhatian pemerintah berkaitan dengan persoalan banjir dan kondisi infrastruktur desa. Al Haris meminta perangkat terkait melakukan kajian untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Pemerintah Provinsi Jambi juga membuka peluang melakukan penanganan secara bertahap melalui anggaran daerah maupun mengusulkan dukungan dari pemerintah pusat apabila diperlukan.

Dalam kesempatan itu, Al Haris turut menyerahkan bantuan dana CSR Bank Jambi sebesar Rp25 juta untuk lima desa penyelenggara festival. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat.

Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh akhirnya tidak hanya menjadi perayaan adat. Kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat, pemerintah, dan tokoh adat dalam menjaga budaya Kerinci agar tetap bertahan di tengah perubahan zaman.

Berita Terkait

Konflik Stockpile Batubara PT SAS: Warga BPR Tuntut Pemberhentian Total Aktivitas Perusahaan
Kanwil Kemenkum dan BRIDA Jambi Resmi Jalin Kerja Sama Pelindungan Kekayaan Intelektual
Wagub Jambi Minta Desa Talang Duku Perkuat Peran Adat dan Benteng Generasi Muda
Sungai Penuh Raih Prestasi Pendidikan, Dapat Rp1,5 Miliar
Pendapatan Sungai Penuh Naik Rp5 Miliar, Ini Rinciannya
DPRD Sungai Penuh Bahas KUA-PPAS APBD 2027 dalam Rapat Kerja
Pejabat Ditjen PAS Jambi Ditangkap, Polisi Sita 536 Butir Ekstasi
Tingkatkan Layanan Literasi, Guru MTsN 1 Tebo Ikuti Bimtek Perpustakaan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Konflik Stockpile Batubara PT SAS: Warga BPR Tuntut Pemberhentian Total Aktivitas Perusahaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Kanwil Kemenkum dan BRIDA Jambi Resmi Jalin Kerja Sama Pelindungan Kekayaan Intelektual

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Wagub Jambi Minta Desa Talang Duku Perkuat Peran Adat dan Benteng Generasi Muda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Sungai Penuh Raih Prestasi Pendidikan, Dapat Rp1,5 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Pendapatan Sungai Penuh Naik Rp5 Miliar, Ini Rinciannya

Berita Terbaru