Kerinci, Jemarionlin.com – Masyarakat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik mengawali Kenduri Sko Tanjung Pauh melalui prosesi adat Nyerau dan Mendingin Negroi, Jumat (4/7). Para depati, ninik mamak, anak jantan, anak betino, serta warga mengikuti seluruh rangkaian adat sebagai tanda dimulainya pesta adat tahunan.
Tradisi tersebut memperlihatkan semangat masyarakat dalam menjaga adat istiadat Kerinci. Selain itu, Kenduri Sko memperkuat persatuan sekaligus mempertahankan warisan budaya yang para leluhur tinggalkan.
Prosesi Nyerau Ajak Warga Hadiri Kenduri Sko
Para depati, ninik mamak, dan anak jantan berkeliling kampung saat menjalankan prosesi Nyerau. Selanjutnya, mereka mengajak masyarakat menghadiri Kenduri Sko sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga adat dan persaudaraan.
Rombongan menyampaikan seruan adat di setiap sudut kampung. Sementara itu, warga menyambut ajakan tersebut dengan antusias dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi hingga selesai.
Para pemangku adat juga mengimbau masyarakat menunda kegiatan lain selama Kenduri Sko berlangsung. Dengan demikian, seluruh rangkaian adat dapat berjalan tertib dan penuh khidmat.
Mendingin Negroi Simbol Doa Keselamatan Bersama
Usai Salat Jumat, masyarakat melanjutkan rangkaian acara melalui prosesi Mendingin Negroi. Kemudian, anak betino meminta izin kepada Depati Anum, Rio Perang, dan ninik mamak sebelum menjalankan ritual tersebut.
Setelah memperoleh izin, mereka menyiramkan air yang bercampur berbagai tumbuhan sebagai lambang kesejukan, keselamatan, dan kedamaian. Selain itu, prosesi tersebut mengajak masyarakat menjaga persatuan serta mempererat hubungan antarsesama.
Masyarakat juga mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi muda melalui ritual itu. Karena itu, Kenduri Sko tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kerinci.
Kenduri Sko Perkuat Persatuan dan Identitas Budaya
Panitia menggelar puncak Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik pada Minggu (5/7). Nantinya, masyarakat mengikuti berbagai prosesi adat sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, rezeki, dan kehidupan yang mereka nikmati.
Tokoh adat bersama masyarakat terus menjaga keberlangsungan Kenduri Sko. Di sisi lain, pemerintah daerah ikut mendukung pelestarian tradisi tersebut sebagai identitas budaya Kerinci.
Mereka berharap Kenduri Sko terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjaga serta melestarikan tradisi tersebut dari generasi ke generasi.









