Sungai Penuh, Jemarionline.com – Pembersihan Pusaka Kenduri Sko menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh. Luhah Rio Jayo mengawali tahapan tersebut dengan menggelar prosesi adat yang melibatkan ninik mamak, tokoh adat, serta masyarakat.
Prosesi berlangsung di Rumah Gedang Rio Jayo. Masyarakat mengikuti setiap tahapan sebagai bentuk penghormatan kepada warisan leluhur sekaligus menjaga keberlangsungan adat yang telah diwariskan turun-temurun.
Tokoh Adat Libatkan Seluruh Unsur Masyarakat
Ninik Mamak Rio Jayo, Rio Anshori, menjelaskan bahwa seluruh unsur adat ikut menyukseskan prosesi tersebut. Rio Jayo tiga buah perut, Depati tiga buah perut, dunsanak batino, tengganai, hingga masyarakat bersama-sama menjalankan setiap tahapan adat.
Kebersamaan itu mencerminkan nilai gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat. Seluruh unsur adat bekerja sama agar tradisi Kenduri Sko tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Selain membersihkan pusaka, para tokoh adat juga menyiapkan rangkaian kegiatan lain menjelang puncak pelaksanaan Kenduri Sko.
Pusaka Simpan Sejarah dan Identitas Adat
Tokoh adat menyimpan berbagai benda pusaka di Rumah Gedang Rio Jayo sebagai bagian dari sejarah Luhah Rio Jayo. Setiap pusaka memiliki nilai budaya yang menggambarkan perjalanan masyarakat sejak masa lampau.
Rio Anshori menjelaskan sejarah, fungsi, dan makna setiap pusaka kepada masyarakat yang hadir. Penjelasan tersebut membantu generasi muda memahami nilai budaya yang terkandung di dalam setiap benda peninggalan leluhur.
Tokoh adat juga mengajak peneliti, akademisi, serta masyarakat untuk mengenal lebih dekat koleksi pusaka tersebut. Langkah itu membuka ruang bagi siapa saja yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Kerinci.
Kenduri Sko Perkuat Pelestarian Budaya Kerinci
Masyarakat Kerinci terus mempertahankan Kenduri Sko sebagai tradisi adat yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Melalui kegiatan ini, masyarakat mempererat hubungan antarkeluarga sekaligus memperkuat peran lembaga adat.
Generasi muda juga memperoleh kesempatan untuk mengenal adat istiadat secara langsung. Mereka dapat mempelajari filosofi, nilai kebersamaan, dan sejarah yang melekat pada setiap rangkaian prosesi.
Luhah Rio Jayo berharap seluruh rangkaian Kenduri Sko mampu menjaga warisan budaya Kerinci di tengah perkembangan zaman. Semangat kebersamaan yang muncul dalam setiap tahapan kegiatan juga memperkuat komitmen masyarakat untuk terus melestarikan adat sebagai identitas daerah.









