Pencarian Jurnalis Hilang Selat Sunda Masuki Hari Kesembilan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan mengintensifkan pengerahan armada untuk mencari rombongan jurnalis hilang Selat Sunda pada pencarian hari kesembilan, Rabu (16/9/2026).(poto: kompas.com).

Tim SAR gabungan mengintensifkan pengerahan armada untuk mencari rombongan jurnalis hilang Selat Sunda pada pencarian hari kesembilan, Rabu (16/9/2026).(poto: kompas.com).

Jakarta, jemarionline.com – Tim SAR gabungan mengintensifkan pengerahan armada untuk mencari rombongan jurnalis hilang Selat Sunda pada pencarian hari kesembilan, Rabu (16/9/2026). Petugas gabungan menyisir wilayah perairan seluas 3.439 nautical miles persegi di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto memimpin pergerakan ratusan personel dari Posko SAR Carita Pandeglang. Pihaknya menurunkan 570 personel serta membagi area operasi menjadi delapan sektor pencarian.

Sebanyak 22 kapal laut bergerak serentak melintasi seluruh titik koordinat penyisiran yang telah di tetapkan tim gabungan. Armada tersebut terdiri dari lima kapal milik Basarnas, delapan kapal TNI Angkatan Laut, serta delapan kapal Ditpolairud.

Basarnas mengerahkan tiga unit KN SAR dan dua unit Rubber Inflatable Boat (RIB) ke lokasi perairan. Sementara itu, TNI Angkatan Laut menurunkan lima KRI, dua KAL, dan satu Rigid Buoyancy Boat (RBB).

Jajaran Ditpolairud menerjunkan delapan unit kapal KP untuk memperkuat penyisiran di zona perairan target. Setiap kapal memegang mandat penting untuk memantau pergerakan gelombang laut di kawasan sektor masing-masing.

KRI Dewa Kembar bersama KP Sanjaya menyisir Sektor A yang membentang seluas 511 nautical miles persegi. Selanjutnya, KN SAR Basudewa milik Kantor SAR Lampung menguasai penuh Sektor B seluas 539 nautical miles persegi.

Baca Juga :  Baleg DPR Usul Pensiun Seumur Hidup Pejabat Dipangkas, Dialihkan ke Guru Honorer dan Nakes

KRI Leuser mengambil alih penyisiran penuh di Sektor C yang memiliki luas area 585 nautical miles persegi. Pada Sektor D seluas 319 nautical miles persegi, KN SAR Antasena bergerak berdampingan bersama KRI Lepu.

Armada Kapal Perang Bergerak Menyisir Perairan Pulau Bengkulu

Tim SAR menugaskan RIB 02 Lampung dan KAL Pohawang untuk memantau Sektor E seluas 271 nautical miles persegi. Sementara itu, Sektor F seluas 265 nautical miles persegi mendapat pengawalan penuh dari tujuh kapal Ditpolairud.

Tujuh kapal Ditpolairud di Sektor F meliputi KP 2016, KP 2013, KP 1010, KP 1012, KP 1007, KP 1003, dan KP URC RHAN. Selanjutnya, RIB 02 Banten, KAL Anyer, serta RBB Pulau Peucang menyisir Sektor G seluas 282 nautical miles persegi.

Sektor H menjadi zona pencarian terluas dengan cakupan wilayah perairan mencapai 667 nautical miles persegi. Empat kapal utama yaitu KN SAR Tetuka, KRI Kerambit, KRI Gilimanuk, dan KN Damaru menyisir sektor luas ini.

Baca Juga :  Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter

Selain mengandalkan kapal laut, operasi udara turut memanfaatkan bantuan dua unit drone thermal milik Basarnas. Petugas juga memperluas pemantauan hingga pesisir Pulau Enggano dan perairan Bengkulu melalui koordinasi bersama Kantor SAR Bengkulu.

Rombongan yang masih dalam pencarian membawa delapan penumpang yang terdiri dari tiga kru speedboat dan lima jurnalis media. Nahkhoda kapal Warta (55), anak buah kapal Surakman (60), serta pemandu Heriyanto (49) bertugas mengemudikan kapal.

Lima jurnalis dalam rombongan yakni M Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka, serta Yudhis (43) dari iNews. Rombongan wartawan ini juga membawa Daus (42) dari Anadolu serta Donal (51) yang bekerja sebagai pekerja lepas.

Seluruh rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan Carita Kabupaten Pandeglang Banten pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berlayar menuju kawasan perairan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Salah satu jurnalis sempat membagikan titik lokasi terakhir kepada rekan media sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi penting dengan seluruh rombongan di atas kapal kemudian terputus total sejak pukul 15.04 WIB.(ar)

Berita Terkait

Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Ke Level Rp 17.731 Per Dollar AS
Warga Sukoharjo Jadi Korban Kapal Terbalik di Laut Jawa, Keluarga Nanti Kabar Evakuasi
Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Selat Sunda Resmi Diperpanjang Tiga Hari
Suahasil Nazara Resmi Memimpin Kementerian Keuangan Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Puluhan Siswa dan Guru SDN 2 Kanigoro Madiun Diduga Keracunan MBG
Kerahkan Drone Thermal, Tim Gabungan Atasi Karhutla Banjarbaru
Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:51 WIB

Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara

Rabu, 16 September 2026 - 10:57 WIB

Pencarian Jurnalis Hilang Selat Sunda Masuki Hari Kesembilan

Rabu, 16 September 2026 - 10:37 WIB

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Melemah Ke Level Rp 17.731 Per Dollar AS

Senin, 14 September 2026 - 19:22 WIB

Warga Sukoharjo Jadi Korban Kapal Terbalik di Laut Jawa, Keluarga Nanti Kabar Evakuasi

Senin, 14 September 2026 - 19:16 WIB

Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang Selat Sunda Resmi Diperpanjang Tiga Hari

Berita Terbaru

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming saat meninjau lokasi pascabencana di Sumatera Utara pada 4 September 2026.(poto: kompas.com).

Hukum

Sidang Sengketa Syarat Gibran Digelar MK Malam Ini

Senin, 21 Sep 2026 - 08:14 WIB

Kasus Febrie Adriansyah bantah kepemilikan emas 74 kg saat pelimpahan tahap dua di Kejari Jakarta Selatan.(poto: kompas.com).

Nasional

Bantah Miliki Emas 74 Kg, Febrie Adriansyah Angkat Bicara

Senin, 21 Sep 2026 - 07:51 WIB