Enam Daerah di Jawa Timur Siaga Kekeringan pada Musim Kemarau

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bantuan air bersih BPBD Jatim saat kekeringan, Selasa (19/5/2026) ( Poto : KOMPAS.COM )

Bantuan air bersih BPBD Jatim saat kekeringan, Selasa (19/5/2026) ( Poto : KOMPAS.COM )

Jawa Timur, jemarionline.com – Siaga kekeringan Jawa Timur mulai diberlakukan di sejumlah wilayah pada awal musim kemarau 2026 seiring meningkatnya potensi krisis air bersih di berbagai daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur mencatat beberapa kabupaten mulai menunjukkan penurunan pasokan air dan langsung meningkatkan status kewaspadaan untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Bondowoso Ajukan Bantuan dan Langsung Terima Distribusi Air

Kabupaten Bondowoso menjadi daerah pertama yang mengajukan bantuan distribusi air bersih kepada pemerintah provinsi setelah beberapa desa mulai kesulitan mendapatkan pasokan air.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, BPBD Jawa Timur segera mengirimkan 10.000 liter air bersih atau setara dua truk tangki ke wilayah terdampak.

Tim lapangan kemudian menyalurkan air ke tiga dusun, yaitu Dusun Banteng Lor, Dusun Sumberwaru, dan Dusun Banteng Duk Betok.

Petugas distribusi air melayani sekitar 140 kepala keluarga yang mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air harian.

Baca Juga :  Jadwal Pencairan Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026, Ini Penjelasan Taspen

Pemerintah daerah juga memperketat pemantauan wilayah lain untuk mencegah perluasan dampak kekeringan.

Kekeringan Berpotensi Meluas Hingga Ratusan Desa

Hasil pemetaan BPBD Jawa Timur menunjukkan potensi kekeringan pada 2026 dapat menjangkau hingga 916 desa di 29 kabupaten/kota.

Lembaga ini menilai musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan lebih panas dibanding tahun sebelumnya.

Sejumlah wilayah seperti Bojonegoro, Pacitan, Trenggalek, Pasuruan, Jombang, dan Pulau Madura kembali masuk kategori rawan kekeringan.

Wilayah tersebut secara rutin menghadapi penurunan debit air saat musim kemarau tiba.

Pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan sejak awal agar mereka dapat merespons cepat jika krisis air bersih mulai muncul.

BPBD Siapkan Armada dan Infrastruktur Air Bersih

BPBD Jawa Timur mengerahkan armada truk tangki dalam jumlah besar untuk mendistribusikan air ke wilayah terdampak.

Baca Juga :  Menteri Rini Jelaskan Status PNS, PPPK, dan PPPK Paruh Waktu, ASN Diminta Pahami Ketentuan Ini

Tim distribusi melakukan pengiriman air secara bertahap sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Selain itu, BPBD juga membagikan tandon air portable, tandon lipat, jeriken, dan kolam air terpal kepada masyarakat di desa rawan kekeringan.

Peralatan ini membantu warga menyimpan air lebih lama dan mengurangi ketergantungan pada distribusi harian.

Langkah tersebut memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang di prediksi berlangsung lebih ekstrem.

Operasi Modifikasi Cuaca Sudah Siap Jika Krisis Memburuk

Jika kondisi kekeringan semakin parah, BPBD Jawa Timur menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.

Tim teknis akan menyemai bahan khusus ke awan agar proses pembentukan hujan dapat terjadi di wilayah tertentu.

Fokus OMC diarahkan ke daerah tangkapan air dan kawasan waduk yang mendukung irigasi pertanian.

Pemerintah berharap langkah ini mampu menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.(ar)

Berita Terkait

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia
SKK Migas Buka Lowongan Kerja 2026, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftaran
BRI Kartu Kredit Beri Diskon 20 Persen di MyBluebird, Berlaku hingga Akhir 2026
BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:00 WIB

Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB