JAKARTA – Kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Jepang mulai memasuki tahap implementasi. Kedua negara merealisasikan investasi awal senilai US$36 miliar sebagai bagian dari kerja sama ekonomi strategis berskala besar.
Investasi tahap awal ini difokuskan pada sektor energi, infrastruktur industri, dan mineral kritis. Bidang tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan rantai pasok global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Proyek Energi Jadi Prioritas
Sejumlah proyek besar telah masuk fase pelaksanaan. Salah satunya pembangunan pembangkit listrik tenaga gas berskala besar di negara bagian Ohio dengan nilai investasi sekitar US$33 miliar.
Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas energi terbesar di Amerika Serikat. Selain meningkatkan kapasitas listrik, proyek tersebut juga diharapkan mendukung kebutuhan industri dalam jangka panjang.
Selain itu, kerja sama investasi mencakup pembangunan terminal ekspor minyak laut dalam di Texas senilai lebih dari US$2 miliar. Infrastruktur ini bertujuan memperkuat kemampuan ekspor energi Amerika Serikat ke pasar internasional.
Dorong Industri Teknologi
Kerja sama AS–Jepang juga menyasar sektor teknologi manufaktur. Kedua negara akan membangun pabrik berlian sintetis industri di Georgia dengan nilai investasi sekitar US$600 juta.
Produk berlian sintetis tersebut digunakan dalam industri berteknologi tinggi, termasuk produksi semikonduktor dan perangkat elektronik modern. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat industri teknologi masa depan.
Perkuat Hubungan Ekonomi Strategis
Kesepakatan dagang ini tidak hanya berfokus pada investasi. Pemerintah kedua negara juga menargetkan penguatan hubungan ekonomi jangka panjang serta stabilitas industri strategis.
Melalui kerja sama tersebut, Amerika Serikat dan Jepang berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan baku dari negara lain. Upaya ini sekaligus menjadi strategi menjaga keamanan energi dan industri global.
Dampak bagi Ekonomi Global
Analis menilai realisasi investasi besar ini menunjukkan perubahan arah perdagangan internasional. Negara maju kini semakin mengandalkan kemitraan bilateral untuk mengamankan sektor energi dan teknologi.
Di sisi lain, investasi Jepang di Amerika Serikat diperkirakan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan aktivitas industri. Dampak ekonomi jangka panjang pun diproyeksikan akan dirasakan oleh kedua negara.
Dengan dimulainya investasi tahap awal, kerja sama dagang AS–Jepang diperkirakan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya kebutuhan energi dan teknologi global.









