Jemarionline.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia akan pensiunkan 2.139 unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Langkah ini dilakukan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) dan mempercepat transisi energi bersih.
Selama ini, PLTD banyak digunakan di wilayah terpencil namun, pembangkit ini dinilai boros dan mahal karena bergantung pada solar. Selain itu juga PLTD juga menghasilkan emisi karbon yang tinggi.
Kurangi Ketergantungan BBM
Dengan memensiunkan PLTD, konsumsi BBM di sektor listrik diperkirakan turun signifikan. Hal ini juga membantu mengurangi impor energi.Pemerintah ingin sistem kelistrikan menjadi lebih efisien dan tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil.
Sebagai pengganti, pemerintah akan mengembangkan energi baru terbarukan. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).Energi surya dinilai lebih ramah lingkungan dan lebih hemat dalam jangka panjang. Selain itu, ada juga pemanfaatan energi panas bumi di beberapa daerah.
Program Dedieselisasi
Kebijakan ini merupakan bagian dari program dedieselisasi. Program ini bertujuan mengganti pembangkit diesel dengan energi bersih.Melalui program ini, pemerintah ingin mendorong kemandirian energi nasional sekaligus menekan emisi karbon.
Pemensiunan PLTD akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah memastikan pasokan listrik tetap aman selama proses berlangsung.Infrastruktur energi pengganti juga akan disiapkan, terutama di daerah yang masih bergantung pada PLTD.









