Utang Pinjol Warga RI Capai Rp 98,54 Triliun, Tumbuh 25,52 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Utang Pinjol Warga RI Capai Rp 98,54 Triliun, Tumbuh 25,52 Persen

Utang Pinjol Warga RI Capai Rp 98,54 Triliun, Tumbuh 25,52 Persen

JAKARTA – Total utang pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia terus meningkat. Per Januari 2026, nilai outstanding pinjaman daring tercatat mencapai Rp 98,54 triliun atau tumbuh 25,52 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Data tersebut disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam laporan terbaru industri fintech peer-to-peer (P2P) lending. Secara bulanan, angka ini juga mengalami kenaikan dibandingkan Desember 2025 yang berada di kisaran Rp 96 triliun lebih.

Pertumbuhan Masih Tinggi

Lonjakan nilai pinjaman ini menunjukkan bahwa layanan pinjol masih menjadi salah satu sumber pembiayaan yang diminati masyarakat. Kemudahan akses, proses pencairan cepat, serta minimnya persyaratan menjadi faktor pendorong tingginya penggunaan layanan tersebut.

Namun, di balik pertumbuhan itu, OJK juga mencermati adanya peningkatan risiko kredit bermasalah. Tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) tercatat naik menjadi sekitar 4,38 persen. Meski meningkat dibanding periode sebelumnya, angka tersebut masih berada di bawah ambang batas aman 5 persen yang ditetapkan regulator.

Baca Juga :  Harga Emas Pegadaian Turun, Antam Sentuh Rp2,886 Juta

Risiko Gagal Bayar Jadi Sorotan

Peningkatan rasio kredit macet menjadi perhatian karena mencerminkan kemampuan bayar sebagian masyarakat yang mulai tertekan. Kondisi ekonomi, beban cicilan yang menumpuk, serta kebiasaan memanfaatkan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif menjadi faktor yang diduga berkontribusi terhadap naiknya risiko gagal bayar.

OJK mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan layanan pinjaman online, termasuk memastikan legalitas platform yang digunakan. Masyarakat juga diimbau untuk menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kemampuan finansial agar tidak terjebak dalam lingkaran utang.

Baca Juga :  OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH

Pengawasan Industri Diperketat

Seiring dengan pertumbuhan industri yang pesat, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan terhadap penyelenggara pinjol. Regulator juga mendorong perusahaan fintech lending untuk menjaga kualitas pembiayaan dan memperketat analisis kredit guna menekan risiko kredit bermasalah.

Selain itu, upaya pemberantasan pinjol ilegal juga terus dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak. Edukasi literasi keuangan kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan penggunaan layanan keuangan digital dilakukan secara sehat dan bertanggung jawab.

Dengan total utang yang hampir menyentuh Rp 100 triliun di awal 2026, perkembangan industri pinjol di Indonesia dinilai masih akan menjadi perhatian utama regulator dan pelaku pasar dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Berita Terbaru