Waka BGN Murka, SPPG Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Waka BGN Murka, SPPG Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi ( dok.Tim BGN/LIPUTAN6 )

Waka BGN Murka, SPPG Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi ( dok.Tim BGN/LIPUTAN6 )

Jemarionline.com, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, marah saat melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Cimahi. Sebab, dapur SPPG tetap beroperasi tanpa pengawas gizi, padahal aturan mewajibkan pengawas selalu hadir.

Nanik menegur pihak SPPG karena mengabaikan standar operasional. Kepala SPPG menjelaskan pengawas gizi sedang cuti melahirkan, sehingga belum ada pengganti sementara. Meski demikian, BGN menilai pelanggaran ini serius karena berisiko menurunkan kualitas dan keamanan makanan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Tajam ke Rp2,57 Juta per Gram pada 16 Mei 2026

Selain itu, inspeksi menemukan dapur yang tidak sesuai standar, seperti ukuran kecil dan tata letak yang berpotensi menimbulkan kontaminasi. Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro menegaskan bahwa SPPG yang tetap beroperasi setelah disuspend bisa dikenai sanksi berat, termasuk suspend permanen.

Baca Juga :  Buruh Minta THR Tidak Dipotong PPh Pasal 21, Ini Respons Pemerintah

BGN menekankan, pengawas gizi sangat penting untuk memastikan makanan bergizi, aman, dan sesuai prosedur, terutama bagi anak-anak penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh SPPG di Indonesia agar tidak beroperasi tanpa pengawas gizi. Pemerintah juga sedang meninjau prosedur penggantian pengawas agar pelayanan gizi tetap aman dan berkualitas.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Berita Terbaru