Harga Perak Naik Tajam, Investor Mulai Melirik Logam Mulia Alternat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga perak melonjak dan menarik minat investor di pasar logam mulia.

Harga perak melonjak dan menarik minat investor di pasar logam mulia.

JemarionlineHarga perak mengalami kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir dan menjadi perhatian pelaku pasar. Lonjakan ini dinilai sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perak kerap dipandang sebagai aset lindung nilai alternatif selain emas. Ketika kondisi ekonomi dan geopolitik global tidak stabil, investor cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk logam mulia.

Baca Juga :  Sektor UMKM Digital Terus Tumbuh, Pelaku Usaha Manfaatkan Platform Online di Awal 2026

Analis pasar komoditas menilai kenaikan harga perak juga dipengaruhi oleh permintaan dari sektor industri. Perak banyak digunakan dalam industri elektronik, energi terbarukan, dan teknologi, sehingga peningkatan aktivitas produksi turut mendorong harga.

“Permintaan industri dan minat investor sama-sama meningkat. Kombinasi ini membuat harga perak bergerak cukup agresif,” ujar seorang analis pasar logam mulia.

Baca Juga :  Ramalan Harga Emas Sepekan ke Depan, Masih Berpeluang Naik?

Selain itu, fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan harga perak. Pelemahan dolar biasanya membuat harga logam mulia lebih menarik bagi investor global.

Meski harga tengah naik, investor tetap diimbau berhati-hati dan mempertimbangkan risiko pasar. Pergerakan harga perak dikenal cukup volatil dan dapat berubah seiring dinamika ekonomi serta kebijakan moneter global.

Berita Terkait

Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah
BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini
IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah
DPR Dorong Pajak Ekonomi Digital untuk Perkuat Target Pertumbuhan 8%
Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Global
Dolar AS Sempat Tembus Rp17.900, Rupiah Masih di Bawah Tekanan
Yuan Semakin Banyak Dipakai di RI, BI Permudah Transaksi di Perbankan Nasional
Rupiah Melemah, Industri Otomotif Tak Akan Gegabah Naikkan Harga Mobil
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB

Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:14 WIB

DPR Dorong Pajak Ekonomi Digital untuk Perkuat Target Pertumbuhan 8%

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:00 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Global

Berita Terbaru

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah. Dok. Youtube BPJS Kesehatan

Ekonomi

BPJS Kesehatan Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Iuran Tahun Ini

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:00 WIB

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Bisnis

IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB