Pasar Saham Indonesia Bangkit, IHSG Kembali Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jemarionline.com, Pasar saham Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound cukup signifikan dan kembali ke zona hijau.

Berdasarkan data terbaru, IHSG melonjak hingga sekitar 6,53% ke level 7.458 setelah sebelumnya sempat turun ke bawah level 7.000. Penguatan ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar yang sebelumnya diliputi kekhawatiran akibat kondisi global yang tidak menentu.

Kebangkitan pasar saham ini tidak lepas dari meredanya ketegangan geopolitik global. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada 8 April 2026 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme investor. Kondisi tersebut memberikan harapan terhadap stabilitas ekonomi global yang lebih baik.

Baca Juga :  Isu Pembatasan Pertalite Mulai 1 Juni 2026 Viral, Pertamina Tegaskan Belum Ada Aturan Resmi

Sebelumnya, IHSG sempat tertekan hingga menyentuh level 6.971, yang menjadi titik terendah sepanjang tahun 2026. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Namun, dengan meredanya ketegangan tersebut, sentimen pasar berangsur membaik. Investor kembali melakukan aksi beli, sehingga mendorong kenaikan indeks secara signifikan dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga :  Minyak Dunia Melonjak 13%, Amerika Serikat Siapkan Langkah Redam Gejolak Harga

Pada perdagangan terbaru, IHSG bahkan masih menunjukkan penguatan meski terbatas. Indeks naik sekitar 0,27% ke kisaran 7.478 pada awal pekan, menunjukkan tren pemulihan yang masih berlanjut.

Meski demikian, pergerakan pasar masih dibayangi ketidakpastian global. Oleh karena itu, investor disarankan tetap berhati-hati dan mencermati perkembangan geopolitik serta kondisi ekonomi global yang dapat memengaruhi arah pasar ke depan.

Berita Terkait

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
DJP Blokir 36 Rekening Wajib Pajak di 14 Bank, Tunggakan Capai Rp17 Miliar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia

Berita Terbaru