Jaksa Agung Minta Aparat Tidak Mudah Pidanakan Kepala Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung minta aparat tidak kriminalisasi kepala desa jika hanya salah administrasi. Penindakan tetap tegas jika dana dipakai pribadi.( POTO :KOMPAS.COM)

Jaksa Agung minta aparat tidak kriminalisasi kepala desa jika hanya salah administrasi. Penindakan tetap tegas jika dana dipakai pribadi.( POTO :KOMPAS.COM)

Jakarta, jemarionline.com — ST Burhanuddin angkat bicara soal banyaknya kepala desa yang terseret kasus hukum. Ia meminta aparat penegak hukum lebih hati-hati saat menangani persoalan dana desa. Menurutnya, tidak semua kesalahan harus berujung pidana.

Ia menegaskan satu hal penting: jangan buru-buru memberi label kriminal kepada kepala desa. Terutama jika masalahnya hanya soal administrasi.

Realita di Lapangan: Kepala Desa Bukan Akuntan

Burhanuddin melihat langsung kondisi di lapangan. Banyak kepala desa berasal dari masyarakat biasa. Mereka dipilih warga karena dipercaya, bukan karena punya keahlian khusus di bidang keuangan.

Saat menjabat, mereka langsung mengelola dana besar. Nilainya bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahun. Di sinilah masalah mulai muncul.

Sebagian kepala desa masih kesulitan menyusun laporan. Ada yang keliru dalam pencatatan. Ada juga yang belum paham prosedur anggaran. Kesalahan seperti ini sering terjadi.

Kalau semua langsung dibawa ke ranah hukum, situasinya jadi tidak sehat. Kepala desa bisa takut mengambil keputusan. Program pembangunan desa pun bisa ikut tersendat.

Pembinaan Harus Jadi Langkah Pertama

Burhanuddin tidak ingin pendekatan hukum terasa menakutkan. Ia mendorong aparat untuk mengedepankan pembinaan. Artinya, beri arahan dulu. Dampingi mereka. Bantu perbaiki kesalahan yang ada.

Baca Juga :  Jadwal Pencairan Rapel dan Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026, Ini Penjelasan Taspen

Pendekatan ini lebih masuk akal. Kepala desa bisa belajar dari kesalahan. Mereka juga bisa meningkatkan kemampuan dalam mengelola dana desa.

Selain itu, suasana kerja jadi lebih kondusif. Kepala desa tidak merasa terancam. Mereka bisa fokus menjalankan program untuk masyarakat.

Tapi Jangan Salah, Korupsi Tetap Harus Ditindak

Meski begitu, Burhanuddin tetap tegas. Ia tidak memberi ruang untuk penyalahgunaan dana. Kalau ada kepala desa yang sengaja memakai uang desa untuk kepentingan pribadi, proses hukum harus berjalan.

Ia menekankan perbedaan yang jelas. Kesalahan administrasi tidak sama dengan korupsi. Dua hal ini tidak boleh disamakan.

Kalau seseorang memakai dana desa untuk kepentingan pribadi, itu sudah masuk pelanggaran serius. Tidak ada alasan untuk menutup mata. Aparat harus bertindak tegas.

Keseimbangan Itu Kunci

Burhanuddin ingin aparat menjaga keseimbangan. Di satu sisi, mereka harus mengawasi penggunaan dana desa. Di sisi lain, mereka juga harus membina aparat desa.

Kalau dua hal ini berjalan seimbang, hasilnya akan lebih baik. Kepala desa bisa bekerja dengan tenang. Masyarakat juga tetap terlindungi dari potensi penyimpangan.

Baca Juga :  Populer Ekonomi Pekan Ini: Pencairan THR Pensiunan hingga ASN Jadi Sorotan

Pendekatan seperti ini juga bisa meningkatkan kepercayaan publik. Masyarakat melihat bahwa hukum berjalan adil. Tidak keras ke bawah, tapi juga tidak lunak terhadap pelanggaran.

Dampaknya ke Pembangunan Desa

Kebijakan ini punya dampak besar. Kepala desa yang merasa aman akan lebih berani mengambil langkah. Mereka bisa menjalankan program pembangunan tanpa rasa takut berlebihan.

Dana desa sendiri punya peran penting. Uang ini dipakai untuk membangun jalan, memperbaiki fasilitas umum, hingga membantu ekonomi warga.

Kalau pengelolaannya lancar, hasilnya langsung terasa. Desa bisa berkembang lebih cepat. Kesejahteraan masyarakat juga meningkat.

Sebaliknya, jika kepala desa terus dihantui rasa takut, banyak program bisa mandek. Ini tentu merugikan masyarakat.

Penutup: Tegas, Tapi Tetap Masuk Akal

Pesan dari ST Burhanuddin cukup jelas. Aparat harus tegas, tapi juga harus bijak.Jangan samakan kesalahan administrasi dengan tindak pidana. Beri ruang untuk belajar dan memperbaiki. Namun, tetap tindak tegas jika ada penyalahgunaan dana.

Dengan cara ini, pengelolaan dana desa bisa lebih sehat. Kepala desa bisa bekerja maksimal. Masyarakat pun mendapat manfaat yang seharusnya.***

Berita Terkait

Napi Tewas di Lapas Muaradua, Polisi Jerat Empat Tersangka
Kasus Calo Bintara Jambi Rp28 Miliar, Mabes Polri Usut TPPU
Dana Bencana BNPB Dikorupsi, KPK Jerat Pejabat Internal dan Rekanan Swasta
Mangkir Lagi, Menteri ATR BPN Nusron Terancam Dijemput Paksa KPK Terkait Kasus Suap Summarecon
OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Sita Rp 1 Miliar dan Seret Pejabat BPK Jateng
KPK Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Dana Bencana, BNPB Buka Suara
Status Tersangka Husniah Talenrang Tidak Gugurkan Jabatan Bupati Gowa
KPK Periksa Anggota BPK V Bobby Adhityo Terkait Suap Muara Enim
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, Polisi Jerat Empat Tersangka

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Kasus Calo Bintara Jambi Rp28 Miliar, Mabes Polri Usut TPPU

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Dana Bencana BNPB Dikorupsi, KPK Jerat Pejabat Internal dan Rekanan Swasta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Mangkir Lagi, Menteri ATR BPN Nusron Terancam Dijemput Paksa KPK Terkait Kasus Suap Summarecon

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:32 WIB

OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Sita Rp 1 Miliar dan Seret Pejabat BPK Jateng

Berita Terbaru

Ponsel lipat mewah Samsung Galaxy W27 varian biru dan merah beraksen emas resmi meluncur di China.(Foto: dok.jemarionline.com)

Teknologi

Samsung Galaxy W27 Resmi Meluncur, Usung Bodi Emas dan Satelit

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:43 WIB

Petugas memperagakan stasiun Flash Charging 1.500 kW BYD bersama mobil listrik di ajang PEVS 2026. (dok.jemarionline.com)

OTOMOTIF

BYD Rilis Flash Charging 1.500 kW di Indonesia

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:35 WIB

Ilustrasi Aktivitas manajemen pertanian padi modern: penanaman bibit jajar legowo, perawatan refugia, dan pemanenan mekanis di sawah.(poto: AI).

Pertanian

Strategi Tepat Manajemen Padi Sawah Agar Panen Melimpah

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:30 WIB

Warga memadati toko perhiasan di Pasar Sungai Penuh untuk mengecek harga emas dan membeli perhiasan, 1 November 2026.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Harga Emas Sungai Penuh 1 November 2026 Naik Signifikan

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:20 WIB