Xbox Hadapi PHK Massal Juli 2026, CEO Akui Pendapatan dan Laba Terus Menurun

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Investing.com

Foto: Investing.com

JEMARIONLINE.COM – Microsoft menyiapkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar di divisi Xbox pada Juli 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi perusahaan setelah bisnis game Microsoft menghadapi tekanan pendapatan dan keuntungan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain memangkas biaya operasional, Microsoft juga meninjau kembali strategi bisnis Xbox untuk meningkatkan kinerja keuangan. Karena itu, perusahaan mulai mengevaluasi sejumlah unit kerja dan program yang selama ini berjalan.

Microsoft Percepat Restrukturisasi Xbox

CEO Xbox, Asha Sharma, memimpin restrukturisasi besar pertama sejak Microsoft menunjuk dirinya sebagai pemimpin divisi game pada Februari 2026.

Menurut sejumlah laporan media internasional, Microsoft berencana mengurangi jumlah karyawan Xbox setelah tahun fiskal perusahaan berakhir pada 30 Juni 2026. Selain itu, perusahaan juga meninjau struktur organisasi dan prioritas investasi yang ada saat ini.

Sementara itu, manajemen terus menghitung kebutuhan tenaga kerja pada berbagai unit bisnis. Oleh sebab itu, Microsoft belum mengumumkan jumlah pasti karyawan yang akan keluar dari perusahaan.

Baca Juga :  Lapakgaming Battle Arena Series 3 Perluas Kolaborasi Ekosistem Game Lokal

Namun, sejumlah analis memperkirakan Microsoft dapat mengurangi ribuan posisi kerja untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Asha Sharma Ungkap Kondisi Keuangan Xbox

Asha Sharma menjelaskan bahwa Xbox menghadapi tantangan finansial yang tidak ringan. Menurutnya, Microsoft telah mengalokasikan lebih dari 20 miliar dolar AS untuk mendukung pengembangan konten, platform, dan perangkat keras selama lima tahun terakhir.

Akan tetapi, pendapatan tahunan Xbox justru mengalami penurunan dalam periode yang sama. Selain itu, margin keuntungan bisnis Xbox juga terus menyusut hingga berada di kisaran tiga persen.

Karena kondisi tersebut, manajemen memutuskan untuk mengevaluasi investasi dan mengatur ulang prioritas bisnis agar Xbox dapat tumbuh secara lebih sehat.

Penjualan Konsol Belum Pulih

Xbox masih menghadapi tekanan pada sektor perangkat keras. Penjualan konsol belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan meski perusahaan terus menghadirkan layanan baru dan memperluas ekosistem digital.

Selain itu, layanan berlangganan dan cloud gaming belum mampu menggantikan seluruh pendapatan yang hilang dari penjualan perangkat keras.

Baca Juga :  Microsoft Uji Copilot Jadi Sistem Operasi, Windows Bisa Berubah Total

Di sisi lain, biaya produksi dan harga komponen teknologi juga terus meningkat. Kondisi tersebut mendorong Microsoft untuk mencari cara baru dalam mengelola bisnis game mereka.

Karena itu, perusahaan mulai mengarahkan fokus ke layanan digital, PC gaming, mobile gaming, dan platform berbasis cloud.

Microsoft Susun Strategi Baru

Microsoft kini menyusun strategi baru untuk memperkuat posisi Xbox di industri game global. Perusahaan ingin meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas sumber pendapatan di luar bisnis konsol tradisional.

Selain memperkuat layanan digital, Microsoft juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra teknologi untuk memperluas jangkauan produk dan layanan Xbox.

Asha Sharma menegaskan bahwa Xbox tetap menjadi bagian penting dalam bisnis Microsoft. Namun, ia menilai perusahaan perlu beradaptasi dengan perubahan pasar agar dapat bersaing dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, Microsoft mengambil langkah restrukturisasi sekarang agar Xbox memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat pada masa mendatang.

Berita Terkait

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah
Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia
Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI
Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya
Hindari Jebakan Skimmer di Gerai ATM, Regulator Beberkan Trik Amankan PIN
Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Bawa Baterai 5.700mAh dan Pengisian 60W Lebih Cepat
Google Akui Masalah Aplikasi Android di Laptop Intel x86
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Penyebab Tagihan Listrik Melonjak Meski Pemakaian Minim dan Solusinya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Microsoft Ungkap Hacker Kian Mahir Pakai AI Kalahkan Polisi Siber

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB