Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: KOMPAS.com/HENDRA CIPTA)

(Foto: KOMPAS.com/HENDRA CIPTA)

JAKARTA, JEMARIONLINE.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyoroti lonjakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, peningkatan jumlah dapur MBG tersebut berisiko menambah beban anggaran negara hingga Rp1 triliun setiap bulan.

Zulhas menyampaikan hal itu saat membahas perkembangan program MBG yang saat ini terus memperluas jangkauan penerima manfaat. Namun, ia meminta seluruh pihak terkait untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah SPPG agar program tetap berjalan secara efisien.

Selain itu, Zulhas juga meminta pemerintah menghitung kembali kebutuhan riil di lapangan sehingga setiap penambahan SPPG memiliki dasar yang jelas.

Jumlah SPPG Melampaui Rencana Awal

Zulhas menjelaskan pemerintah semula menargetkan sekitar 21.000 titik SPPG. Akan tetapi, jumlah tersebut kini mencapai sekitar 27.877 titik.

Artinya, jumlah SPPG bertambah sekitar 6.877 titik dari target awal. Karena itu, Zulhas menilai pemerintah perlu meninjau kembali perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.

Baca Juga :  BBM Baru B50 Resmi Meluncur 1 Juli 2026, Ini Manfaat dan Tujuannya

Menurutnya, pemerintah harus memastikan setiap SPPG melayani kebutuhan masyarakat dan tidak hanya menambah beban anggaran negara.

Sementara itu, pemerintah juga perlu memeriksa faktor-faktor yang mendorong kenaikan jumlah dapur MBG dalam waktu relatif singkat.

Zulhas Minta Pemerintah Perkuat Pengawasan

Zulhas menegaskan bahwa pemerintah harus memperkuat pengawasan terhadap program MBG. Dengan pengawasan yang baik, pemerintah dapat mengendalikan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah perlu memeriksa seluruh proses penambahan SPPG secara menyeluruh. Langkah tersebut penting agar setiap kebijakan tetap sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Karena itu, Zulhas meminta kementerian dan lembaga terkait meningkatkan koordinasi dalam mengelola program tersebut.

Program MBG Tetap Menjadi Prioritas

Meski mengkritik pembengkakan jumlah SPPG, Zulhas menegaskan pemerintah tetap menjadikan program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional.

Baca Juga :  Kerja Sama Pertahanan dengan Pakistan

Program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperluas jangkauan layanan ke berbagai daerah.

Namun, pemerintah juga perlu menjaga keseimbangan antara perluasan program dan kemampuan anggaran negara. Dengan cara itu, pemerintah dapat menjalankan program secara berkelanjutan tanpa menimbulkan pemborosan.

Pemerintah Fokus pada Efektivitas Anggaran

Zulhas menilai keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada jumlah dapur yang beroperasi. Sebaliknya, pemerintah harus memastikan setiap SPPG bekerja secara efektif dan mampu melayani masyarakat secara optimal.

Selain memperluas layanan, pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan anggaran, memperkuat tata kelola, serta memperbaiki sistem pelaksanaan program.

Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat menjaga efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memastikan manfaat program benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berita Terkait

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus
Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia
SKK Migas Buka Lowongan Kerja 2026, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftaran
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:00 WIB

Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB