Jakarta, Jemarionoline.com – Kabar mengenai harga Pertamax bakal turun mulai menguat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap pergerakan harga BBM nonsubsidi. Menurutnya, penurunan harga minyak dunia berpotensi mendorong Pertamina menyesuaikan harga Pertamax dalam beberapa waktu ke depan.
Purbaya menjelaskan harga minyak dunia kini bergerak turun setelah sempat melonjak akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut, menurutnya, akan membantu menekan tekanan inflasi sekaligus membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi.
Harga Minyak Dunia Terus Melemah
Purbaya menilai tren penurunan harga minyak dunia menjadi kabar positif bagi perekonomian nasional.
Harga minyak Brent kini bergerak di kisaran US$72 per barel, sedangkan minyak WTI berada di sekitar US$69 per barel. Sebelumnya, harga minyak sempat menembus US$100 per barel ketika konflik di Timur Tengah memanas.
Pertamax Berpeluang Turun
Purbaya optimistis harga Pertamax akan mengikuti penurunan harga minyak dunia.
Menurutnya, apabila tren tersebut terus berlanjut, harga BBM nonsubsidi dapat turun secara bertahap. Selain itu, penyesuaian harga juga akan membantu mengurangi tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.
Inflasi Dinilai Masih Terkendali
Purbaya menegaskan inflasi inti Indonesia masih berada pada level yang aman.
Ia menjelaskan kenaikan inflasi belakangan lebih banyak dipicu harga pangan dan energi yang berfluktuasi, bukan karena lonjakan permintaan masyarakat. Oleh karena itu, ia memperkirakan tekanan inflasi akan mereda ketika harga komoditas kembali stabil.
Pertamina Tetap Mengikuti Mekanisme Harga
Meski memberi sinyal positif, Purbaya tidak memastikan kapan Pertamina akan menurunkan harga Pertamax.
Pertamina tetap mengevaluasi harga BBM nonsubsidi dengan mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan biaya distribusi. Karena itu, keputusan perubahan harga masih bergantung pada hasil evaluasi perusahaan.
Pengamat Nilai Penurunan Sangat Mungkin
Sejumlah pengamat energi juga melihat peluang penurunan harga Pertamax.
Mereka menilai kondisi pasar minyak global mulai membaik sehingga harga BBM nonsubsidi di Indonesia berpotensi ikut turun apabila tren tersebut bertahan dalam beberapa waktu ke depan.
Dampak bagi Masyarakat
Apabila Pertamina menurunkan harga Pertamax, pengguna kendaraan pribadi akan menikmati biaya operasional yang lebih ringan.
Selain itu, penurunan harga BBM nonsubsidi juga dapat membantu menjaga stabilitas inflasi dan mendukung aktivitas ekonomi nasional. Dengan demikian, daya beli masyarakat berpotensi meningkat.









