Harga Minyak Turun di Bawah US$100 per Barel, Iran Tinjau Proposal Damai AS

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi: Labirin pipa dan katup minyak mentah di Strategic Petroleum Reserve di Freeport, Texas, AS 9 Juni 2016. REUTERS / Richard Carson / File Foto

Foto: Ilustrasi: Labirin pipa dan katup minyak mentah di Strategic Petroleum Reserve di Freeport, Texas, AS 9 Juni 2016. REUTERS / Richard Carson / File Foto

JAKARTA, Jemarionline.com – Harga minyak dunia kembali turun hingga berada di bawah level US$100 per barel. Penurunan tersebut terjadi setelah Iran mulai meninjau proposal perdamaian dari Amerika Serikat (AS).

Harga minyak Brent pada perdagangan Kamis (7/5/2026) turun ke level US$99,15 per barel. Penurunan itu melanjutkan pelemahan tajam sebesar 7,8% sehari sebelumnya.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga bergerak turun ke kisaran US$92 hingga US$95 per barel. Pelaku pasar mulai optimistis ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mereda dalam waktu dekat.

Kabar mengenai potensi kesepakatan damai AS dan Iran langsung memengaruhi pasar energi global. Investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Iran Mulai Tinjau Proposal dari Amerika Serikat

Pemerintah Iran mengonfirmasi sedang mempelajari proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat. Proposal tersebut berisi pembahasan penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur perdagangan energi di Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan negaranya akan memberikan respons resmi setelah mempelajari isi proposal tersebut secara menyeluruh.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran. Trump menilai kedua negara memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas kawasan dan pasar energi global.

Meski begitu, sejumlah pejabat Iran masih menunjukkan sikap hati-hati. Media pemerintah Iran bahkan menyebut masih terdapat beberapa poin yang dianggap tidak dapat diterima dalam proposal AS.

Baca Juga :  Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Pemicu dan Dampaknya

Selat Hormuz Jadi Perhatian Pasar Energi

Pasar minyak dunia sangat memperhatikan perkembangan situasi di Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi salah satu rute utama distribusi minyak global.

Sebelumnya, konflik AS dan Iran membuat distribusi minyak di kawasan itu terganggu. Situasi tersebut sempat mendorong harga minyak melonjak hingga di atas US$118 per barel pada akhir April 2026.

Namun harapan terhadap gencatan senjata membuat pasar mulai tenang. Investor memperkirakan distribusi minyak dari Timur Tengah dapat kembali normal apabila kedua negara mencapai kesepakatan.

Bloomberg melaporkan Iran bahkan sempat membuka kembali Selat Hormuz sementara waktu sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan. Langkah tersebut ikut menekan harga minyak dunia.

Pasar Saham Global Ikut Menguat

Penurunan harga minyak ikut mendorong penguatan pasar saham global. Investor menilai meredanya konflik Timur Tengah dapat mengurangi tekanan inflasi dan biaya energi dunia.

Indeks saham di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat tercatat menguat setelah muncul kabar mengenai peluang perdamaian AS-Iran.

Pasar menilai harga minyak yang lebih rendah bisa membantu menekan biaya logistik dan produksi di berbagai sektor industri. Kondisi tersebut memberi sentimen positif terhadap pasar keuangan global.

Selain itu, penurunan harga minyak juga membuka peluang bank sentral di sejumlah negara untuk lebih fleksibel dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Baca Juga :  Rusia Bersiap Hadapi Dunia Tanpa Perjanjian Pembatasan Senjata Nuklir

Analis Ingatkan Risiko Masih Tinggi

Meski harga minyak turun tajam, sejumlah analis mengingatkan risiko geopolitik masih cukup besar. Mereka menilai pasar terlalu cepat bereaksi terhadap harapan perdamaian.

Beberapa analis energi menyebut belum ada jaminan Iran dan AS benar-benar mencapai kesepakatan final. Situasi di kawasan Timur Tengah juga masih sangat dinamis.

Selain itu, pemulihan distribusi minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan tidak bisa berlangsung instan. Aktivitas pengiriman minyak membutuhkan waktu untuk kembali normal.

Barclays bahkan memperingatkan harga minyak masih bisa kembali melonjak apabila gangguan pasokan berlangsung lebih lama. Bank tersebut sebelumnya menaikkan proyeksi harga Brent 2026 menjadi US$100 per barel.

Dampak bagi Indonesia

Penurunan harga minyak dunia dapat menjadi kabar positif bagi Indonesia. Harga minyak yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan terhadap subsidi energi dan impor BBM.

Selain itu, tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga bisa berkurang apabila harga energi global stabil. Selama beberapa pekan terakhir, kenaikan harga minyak ikut meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor energi.

Meski demikian, pemerintah tetap perlu memantau perkembangan geopolitik global. Sebab, perubahan situasi di Timur Tengah dapat memicu lonjakan harga minyak sewaktu-waktu.

Saat ini pelaku pasar masih menunggu keputusan resmi Iran terkait proposal perdamaian dari AS. Hasil pembahasan tersebut diperkirakan akan sangat memengaruhi arah harga minyak dunia dalam beberapa pekan mendatang.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan
Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Tertekan Arus Modal Asing
Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB