PT INTI Ditutup, Bos Danantara Pastikan Tak Ada PHK Karyawan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilyas Fadilah/detikcom

Foto: Ilyas Fadilah/detikcom

Jakarta, Jemarionline.com – Keputusan penutupan PT INTI menjadi perhatian karena publik langsung mengaitkannya dengan nasib para pekerja. Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah langkah tersebut akan berujung pada pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Namun, Danantara langsung memberikan kepastian.

Perusahaan menegaskan bahwa penutupan PT INTI tidak akan menghilangkan pekerjaan karyawan.

Pernyataan itu sekaligus meredakan kekhawatiran yang muncul setelah kabar restrukturisasi beredar.

Danantara Tegaskan Karyawan Tetap Diprioritaskan

Pihak Danantara menyatakan bahwa proses penutupan perusahaan tidak berfokus pada pengurangan tenaga kerja.

Perusahaan memilih menjalankan penataan bisnis sambil menjaga kepastian bagi pekerja.

Dalam keterangannya, pimpinan Danantara mengatakan:

“Tidak ada PHK dalam proses ini.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan ingin menjaga keberlangsungan tenaga kerja selama masa transisi.

Selain itu, perusahaan juga ingin memastikan perubahan struktur berjalan tanpa menambah tekanan bagi karyawan.

Penutupan Jadi Bagian dari Strategi Penataan

Perusahaan menjalankan langkah ini sebagai bagian dari strategi transformasi.

Baca Juga :  Krisis 2026 Diprediksi Makin Berat, Banyak Pabrik Terancam Tutup

Tujuan utamanya bukan menghentikan seluruh aktivitas, melainkan memperbaiki arah pengelolaan perusahaan.

Selain memperkuat efisiensi, langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan keberlanjutan usaha.

Karena itu, perusahaan menempatkan restrukturisasi sebagai bagian dari penyesuaian jangka panjang.

Fokus Perusahaan Bergeser ke Model yang Lebih Adaptif

Perubahan kondisi industri membuat banyak perusahaan meninjau ulang strategi bisnis.

PT INTI juga menjalani proses tersebut.

Perusahaan berupaya membangun model operasional yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini.

Selain menjaga keberlangsungan usaha, perusahaan juga ingin meningkatkan daya saing.

Karena itu, proses penataan menjadi bagian penting dari agenda transformasi.

Apa yang Terjadi dengan Karyawan?

Karyawan menjadi kelompok yang paling banyak mendapat perhatian dalam keputusan ini.

Namun, perusahaan memastikan pekerja tetap memperoleh kepastian.

Perusahaan tidak menjalankan pengurangan tenaga kerja sebagai bagian dari proses tersebut.

Meski begitu, perusahaan tetap dapat menyesuaikan penempatan dan fungsi kerja sesuai kebutuhan organisasi.

Baca Juga :  Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Ini Dampak yang Mulai Dirasakan Masyarakat

Karena itu, komunikasi antara perusahaan dan pekerja akan menjadi faktor penting selama masa transisi.

Restrukturisasi BUMN Terus Mengarah ke Efisiensi

Transformasi perusahaan milik negara sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Berbagai perusahaan menjalankan strategi berbeda untuk memperkuat posisi bisnis.

Sebagian melakukan penyesuaian operasional.

Sebagian lain memperkuat struktur organisasi.

Namun, tujuan utamanya tetap sama, yaitu menjaga keberlanjutan dan meningkatkan efisiensi.

Karena itu, setiap perubahan biasanya membutuhkan proses bertahap.

Publik Menunggu Langkah Berikutnya

Setelah muncul kepastian mengenai tidak adanya PHK, perhatian publik kini mengarah pada pelaksanaan transformasi.

Masyarakat ingin melihat bagaimana perusahaan menjalankan perubahan tersebut.

Selain itu, pelaku industri juga menunggu arah bisnis yang akan dibangun setelah proses restrukturisasi selesai.

Keberhasilan langkah ini nantinya akan bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan kemampuan perusahaan menjalankan strategi baru. (man)

Berita Terkait

Harga Pertamax Naik, Warga Ramai Beralih ke Pertalite, Stok Aman?
BI Rate Naik, Modal Asing Masuk Rp 19 Triliun dan Rupiah Menguat
Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Pertamax Naik, Warga Ramai Beralih ke Pertalite, Stok Aman?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:00 WIB

BI Rate Naik, Modal Asing Masuk Rp 19 Triliun dan Rupiah Menguat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Berita Terbaru