Rapat DPR dan Gubernur BI Dihujani Kritik: Rupiah, Kelas Menengah, hingga Arah Kebijakan Ekonomi Jadi Sorotan

Rapat DPR dan Gubernur BI Dihujani Kritik: Rupiah dan Kelas Menengah Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Detik.com

Foto: Detik.com

Jakarta, Jemarionline.com – Rapat kerja antara DPR dan Gubernur Bank Indonesia kembali menarik perhatian publik. Forum tersebut membahas kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Isu nilai tukar rupiah menjadi pembahasan utama. Selain itu, DPR juga menyoroti tekanan ekonomi yang dirasakan kelas menengah.

Sejumlah anggota dewan menyampaikan kritik langsung. Mereka meminta penjelasan lebih detail soal arah kebijakan ekonomi nasional.

Diskusi berlangsung cukup dinamis. Kedua pihak saling menjelaskan posisi masing-masing.

DPR Soroti Stabilitas Rupiah

DPR menilai stabilitas rupiah masih perlu perhatian serius. Mereka melihat nilai tukar masih rentan terhadap tekanan global.

Anggota DPR menyoroti dampak kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Kebijakan tersebut memengaruhi arus modal global.

Tekanan tersebut ikut berdampak pada rupiah. Nilai tukar bergerak mengikuti kondisi pasar internasional.

DPR meminta Bank Indonesia lebih cepat merespons perubahan global. Mereka ingin stabilitas rupiah tetap terjaga.

Bank Indonesia Jelaskan Faktor Eksternal

Gubernur Bank Indonesia menjelaskan kondisi rupiah secara terbuka. Ia menyebut tekanan berasal dari faktor eksternal.

Menurutnya, kebijakan suku bunga tinggi di negara maju masih berpengaruh besar. Hal itu membuat dolar AS tetap kuat.

BI juga menyebut kondisi geopolitik ikut memengaruhi pasar keuangan. Investor cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valuta asing. Tujuannya menjaga stabilitas rupiah agar tidak berfluktuasi terlalu tajam.

Baca Juga :  Harga Cabai dan Bawang Naik Jelang Akhir Pekan, Pasokan Terbatas

BI juga menggunakan instrumen suku bunga dan operasi pasar terbuka. Semua langkah itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekonomi.

Kelas Menengah Jadi Fokus Utama

Selain rupiah, DPR juga menyoroti kondisi kelas menengah. Kelompok ini dianggap mulai menghadapi tekanan ekonomi.

Harga kebutuhan pokok naik dalam beberapa waktu terakhir. Biaya pendidikan juga meningkat di banyak daerah.

Selain itu, cicilan dan biaya hidup ikut naik. Kondisi ini membuat daya beli kelas menengah melemah.

Beberapa anggota DPR menyebut adanya risiko penurunan status ekonomi. Kelas menengah bisa turun kelas jika kondisi ini berlanjut.

Mereka meminta pemerintah lebih fokus melindungi kelompok ini. Kelas menengah dianggap penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonom Nilai Pemulihan Belum Merata

Sejumlah ekonom ikut menanggapi pembahasan tersebut. Mereka menilai pemulihan ekonomi belum berjalan merata.

Pertumbuhan ekonomi nasional masih terlihat stabil di angka makro. Namun kondisi masyarakat di lapangan berbeda.

Konsumsi rumah tangga mulai melambat di kota besar. Hal ini terjadi karena biaya hidup meningkat lebih cepat.

Pendapatan masyarakat tidak tumbuh secepat pengeluaran. Kondisi ini membuat tekanan ekonomi semakin terasa.

Ekonom menilai hal ini perlu perhatian serius. Jika tidak ditangani, daya beli bisa terus melemah.

DPR Minta Kebijakan Lebih Responsif

Dalam rapat tersebut, DPR meminta evaluasi kebijakan ekonomi. Mereka ingin pemerintah lebih cepat merespons kondisi masyarakat.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Analisis Ekonomi Terbaru 19 Januari 2026

DPR menilai koordinasi antar lembaga perlu diperkuat. Bank Indonesia dan pemerintah harus bergerak searah.

Kebijakan fiskal dan moneter harus saling mendukung. Tujuannya menjaga stabilitas sekaligus melindungi masyarakat.

DPR juga meminta perlindungan daya beli diperkuat. Mereka ingin kebijakan lebih fokus pada kelas menengah dan masyarakat rentan.

BI Tekankan Sinergi dan Stabilitas

Bank Indonesia menegaskan pentingnya sinergi kebijakan. BI menyebut stabilitas makro ekonomi tetap menjadi prioritas.

Gubernur BI mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah. Tujuannya menjaga inflasi dan nilai tukar tetap terkendali.

BI juga menyebut stabilitas keuangan masih terjaga. Sistem perbankan dinilai cukup kuat menghadapi tekanan global.

Namun BI mengakui tantangan global masih tinggi. Ketidakpastian ekonomi dunia belum sepenuhnya mereda.

Analisis: Antara Angka dan Realita

Secara makro, ekonomi Indonesia masih tumbuh stabil. Namun kondisi ini tidak selalu dirasakan semua lapisan masyarakat.

Kelas menengah menjadi kelompok yang paling sensitif. Mereka berada di posisi rentan antara stabil dan tertekan.

Ketika harga naik, mereka langsung terdampak. Namun saat ekonomi tumbuh, manfaatnya tidak selalu terasa besar.

Kondisi ini menciptakan kesenjangan persepsi ekonomi. Data makro terlihat baik, tetapi realita berbeda.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Biodiesel B50 pada 9 Juli, Pemerintah Percepat Transisi Energi
Tarif Listrik Juli-September 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Penjelasannya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB