Jakarta, jemarionline.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi rencana pemerintah terkait program Kredit Rakyat dengan bunga maksimal 5 persen yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
OJK menilai kebijakan tersebut dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat kecil.
OJK melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa program ini membuka peluang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit secara lebih luas dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa bank tetap dapat memperoleh manfaat bisnis selama penyaluran kredit dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
Kredit Rakyat Dorong Akses Pembiayaan Lebih Luas
OJK menilai program Kredit Rakyat dapat membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan mereka yang belum memiliki akses perbankan (unbankable).
Dengan skema bunga rendah, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh modal untuk usaha maupun kebutuhan produktif lainnya.
Meski mendukung kebijakan tersebut, OJK tetap meminta bank menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan stabilitas keuangan.
OJK menegaskan bahwa perbankan harus menyesuaikan pelaksanaan program dengan kemampuan dan profil risiko masing-masing lembaga.
OJK Perketat Pengawasan dan Manajemen Risiko
Untuk menjaga kualitas kredit, OJK meminta bank meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko.
OJK juga mendorong perbankan melakukan stress test secara berkala agar ketahanan modal tetap terjaga dalam berbagai kondisi ekonomi.
Selain itu, bank perlu memperkuat pencadangan risiko kredit sesuai ketentuan yang berlaku.
OJK juga menegaskan pentingnya penerapan prinsip 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy, dalam proses analisis kredit.
Dengan penerapan prinsip tersebut, OJK berharap penyaluran Kredit Rakyat tetap sehat dan tidak menimbulkan masalah kredit macet di masa depan.
Sinergi Pemerintah dan OJK
OJK menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program Kredit Rakyat berjalan tepat sasaran.
OJK juga menekankan pentingnya pengawasan agar program ini tidak hanya meningkatkan akses pembiayaan, tetapi juga tetap menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa masyarakat kecil masih menghadapi beban bunga pinjaman yang sangat tinggi.
Ia bahkan menyebut bunga kredit bisa mencapai hingga 70 persen per tahun, yang menurutnya sangat memberatkan rakyat.
Karena itu, Prabowo meminta bank-bank milik negara segera menyalurkan kredit dengan bunga maksimal 5 persen sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil.(ar)









