OJK Tanggapi Arahan Kredit Rakyat Bunga 5 Persen dari Prabowo

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK menanggapi rencana Kredit Rakyat bunga 5 persen dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pembiayaan masyarakat kecil.( Poto : istimewa ).

OJK menanggapi rencana Kredit Rakyat bunga 5 persen dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memperluas akses pembiayaan masyarakat kecil.( Poto : istimewa ).

Jakarta, jemarionline.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi rencana pemerintah terkait program Kredit Rakyat dengan bunga maksimal 5 persen yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

OJK menilai kebijakan tersebut dapat membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat kecil.

OJK melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa program ini membuka peluang bagi perbankan untuk menyalurkan kredit secara lebih luas dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa bank tetap dapat memperoleh manfaat bisnis selama penyaluran kredit dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Kredit Rakyat Dorong Akses Pembiayaan Lebih Luas

OJK menilai program Kredit Rakyat dapat membantu kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan mereka yang belum memiliki akses perbankan (unbankable).

Dengan skema bunga rendah, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh modal untuk usaha maupun kebutuhan produktif lainnya.

Baca Juga :  Prabowo Serukan Perdamaian di KTT ASEAN, Dorong Penyelesaian Konflik Thailand–Kamboja

Meski mendukung kebijakan tersebut, OJK tetap meminta bank menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan stabilitas keuangan.

OJK menegaskan bahwa perbankan harus menyesuaikan pelaksanaan program dengan kemampuan dan profil risiko masing-masing lembaga.

OJK Perketat Pengawasan dan Manajemen Risiko

Untuk menjaga kualitas kredit, OJK meminta bank meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko.

OJK juga mendorong perbankan melakukan stress test secara berkala agar ketahanan modal tetap terjaga dalam berbagai kondisi ekonomi.

Selain itu, bank perlu memperkuat pencadangan risiko kredit sesuai ketentuan yang berlaku.

OJK juga menegaskan pentingnya penerapan prinsip 5C, yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy, dalam proses analisis kredit.

Dengan penerapan prinsip tersebut, OJK berharap penyaluran Kredit Rakyat tetap sehat dan tidak menimbulkan masalah kredit macet di masa depan.

Baca Juga :  Ketua OJK Mahendra Siregar dan 3 Pejabat Mundur, Friderica Dewi Jadi Plt

Sinergi Pemerintah dan OJK

OJK menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program Kredit Rakyat berjalan tepat sasaran.

OJK juga menekankan pentingnya pengawasan agar program ini tidak hanya meningkatkan akses pembiayaan, tetapi juga tetap menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa masyarakat kecil masih menghadapi beban bunga pinjaman yang sangat tinggi.

Ia bahkan menyebut bunga kredit bisa mencapai hingga 70 persen per tahun, yang menurutnya sangat memberatkan rakyat.

Karena itu, Prabowo meminta bank-bank milik negara segera menyalurkan kredit dengan bunga maksimal 5 persen sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil.(ar)

Berita Terkait

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600
Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI
Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998
BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah
Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah
DPR Minta BI Perkuat Instrumen Swap Line demi Jaga Stabilitas Rupiah
Pemicu Saham BBRI, BBCA Cs Turun Tajam di Awal Perdagangan: Rupiah Melemah hingga Sentimen Global Tekan Pasar
Rapat DPR dan Gubernur BI Dihujani Kritik: Rupiah, Kelas Menengah, hingga Arah Kebijakan Ekonomi Jadi Sorotan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:00 WIB

Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:00 WIB

BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:59 WIB

Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB