Dewas KPK Telusuri Laporan Pengalihan Status Tahanan Yaqut

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dewas KPK Telusuri Laporan Pengalihan Status Tahanan Yaqut ( Poto :dok.CNBC Indonesia)

Dewas KPK Telusuri Laporan Pengalihan Status Tahanan Yaqut ( Poto :dok.CNBC Indonesia)

Jakarta, jemarionline.com – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menerima laporan masyarakat terkait pengalihan status penahanan dalam perkara dugaan korupsi kuota haji yang melibatkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Laporan itu menyoroti keputusan KPK yang sempat mengubah status penahanan Yaqut menjadi tahanan rumah saat proses penyidikan berlangsung.

Setelah itu, Dewas langsung mengumpulkan bahan awal untuk memahami duduk perkara secara menyeluruh. Selain itu, Dewas meminta pelapor menjelaskan rincian aduan agar proses pemeriksaan berjalan lebih jelas dan terarah.

Pelapor Mempertanyakan Dasar Keputusan KPK

Di sisi lain, pelapor mempertanyakan dasar KPK dalam mengubah status penahanan tersebut. Mereka menilai KPK belum menyampaikan alasan yang konsisten kepada publik. Bahkan, sejumlah informasi yang beredar menyebut berbagai alasan, mulai dari permintaan keluarga, kondisi kesehatan, hingga kebutuhan teknis penyidikan.

Baca Juga :  Prabowo Pimpin Ratas Hambalang Bahas Aspirasi Buruh

Oleh karena itu, perbedaan penjelasan itu mendorong pelapor meminta Dewas melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Sementara itu, mereka juga mendesak KPK memastikan tidak ada perlakuan khusus dalam penanganan perkara tersebut.

Dewas Menelusuri Prosedur Internal KPK

Selanjutnya, Dewas KPK menelusuri prosedur internal yang digunakan penyidik saat memutuskan pengalihan status penahanan. Lembaga pengawas ini menilai setiap tindakan harus mengikuti aturan yang berlaku dan memiliki dasar hukum yang jelas.

Untuk memperkuat klarifikasi, Dewas memanggil pihak terkait di lingkungan KPK. Kemudian, mereka mencocokkan keterangan dari berbagai sumber agar proses verifikasi berlangsung menyeluruh dan objektif.

KPK Menyiapkan Klarifikasi Resmi

Sementara itu, pimpinan KPK menyatakan lembaganya siap memberikan penjelasan kepada Dewas KPK. Mereka menegaskan bahwa setiap keputusan dalam penanganan perkara diambil berdasarkan pertimbangan penyidik serta aturan internal yang berlaku.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Minta Maaf Usai Polemik Pernyataan Soal Perbandingan Antar Daerah

Di samping itu, KPK menyiapkan dokumen pendukung untuk memperkuat proses klarifikasi tersebut. Dengan demikian, lembaga antirasuah itu menegaskan komitmennya untuk mengikuti mekanisme pengawasan Dewas secara terbuka.

Publik Menyoroti Transparansi Penanganan Perkara

Di tengah proses itu, publik menyoroti kasus ini karena berkaitan dengan transparansi penegakan hukum di Indonesia. Pengalihan status penahanan dalam perkara dugaan korupsi kuota haji menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi prosedur di tubuh KPK.

Akhirnya, Dewas KPK diharapkan mampu memberikan kejelasan dari hasil pemeriksaan yang sedang berjalan. Dengan begitu, hasil akhir proses ini menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan dengan kepercayaan publik terhadap kinerja lembaga antirasuah.***

Berita Terkait

Napi Tewas di Lapas Muaradua, Polisi Jerat Empat Tersangka
Kasus Calo Bintara Jambi Rp28 Miliar, Mabes Polri Usut TPPU
Dana Bencana BNPB Dikorupsi, KPK Jerat Pejabat Internal dan Rekanan Swasta
Mangkir Lagi, Menteri ATR BPN Nusron Terancam Dijemput Paksa KPK Terkait Kasus Suap Summarecon
OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Sita Rp 1 Miliar dan Seret Pejabat BPK Jateng
KPK Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Dana Bencana, BNPB Buka Suara
Status Tersangka Husniah Talenrang Tidak Gugurkan Jabatan Bupati Gowa
KPK Periksa Anggota BPK V Bobby Adhityo Terkait Suap Muara Enim
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Kasus Calo Bintara Jambi Rp28 Miliar, Mabes Polri Usut TPPU

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:42 WIB

Dana Bencana BNPB Dikorupsi, KPK Jerat Pejabat Internal dan Rekanan Swasta

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Mangkir Lagi, Menteri ATR BPN Nusron Terancam Dijemput Paksa KPK Terkait Kasus Suap Summarecon

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:32 WIB

OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Sita Rp 1 Miliar dan Seret Pejabat BPK Jateng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:48 WIB

KPK Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Dana Bencana, BNPB Buka Suara

Berita Terbaru

Desain tipis iPad mini 8 berlayar OLED tergeletak elegan di atas meja kerja kayu dengan stylus terpasang rapi di samping.(ilustrasi poto: AI).

Trending

Apple Rilis iPad Mini 8: Layar OLED dan Chip A20 Pro

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:47 WIB

Logo Apple berbahan logam perak dengan tekstur melingkar yang elegan, terpasang pada dinding beton gelap.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Acara Apple: MacBook Pro Layar Sentuh dan Chip M6

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:41 WIB

Aktivitas pelayanan nasabah di kantor BNI yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp16,1 triliun pada kuartal III 2026.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Laba Bersih BNI Tembus Rp16,1 Triliun pada Kuartal III 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:36 WIB

Ponsel yang sedang diisi daya dengan powerbank di atas meja kerja, dikelilingi kabel charger dan laptop.(poto: AI).

Teknologi

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Okt 2026 - 07:14 WIB

Pusat operasi siber bank memantau peringatan akses tidak sah dari agen AI pihak ketiga ke sistem rekening nasabah.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Senin, 26 Okt 2026 - 07:03 WIB