Pemerintah Indonesia Tanggapi Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota TNI dalam penugasan pasukan perdamaian. (Dispaned)

Anggota TNI dalam penugasan pasukan perdamaian. (Dispaned)

Jemarionline – Pemerintah Indonesia menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Insiden tragis ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan kelompok milisi di wilayah selatan Lebanon.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mewakili Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah telah memerintahkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri, dan Panglima TNI, untuk menindaklanjuti kejadian ini.

Langkah prioritas pemerintah meliputi:

  • Pemulangan jenazah prajurit TNI yang gugur ke Tanah Air.
  • Peningkatan kewaspadaan dan keamanan bagi pasukan TNI yang masih berada di Lebanon.
  • Evaluasi situasi lapangan untuk memastikan keselamatan personel Indonesia.
Baca Juga :  Dari Bantuan hingga Aspirasi, Kunjungan Tito Karnavian di Aceh Tamiang Soroti Pemulihan Warga

Selain itu, pemerintah Indonesia juga mendesak PBB untuk menggelar sidang darurat dan melakukan investigasi menyeluruh terkait serangan yang menewaskan pasukan perdamaian. Komisi I DPR RI turut mendukung langkah ini, agar insiden serupa tidak terulang.

Dua dari tiga prajurit gugur saat konvoi logistik UNIFIL terkena ledakan, sedangkan satu prajurit lainnya tewas akibat proyektil yang menghantam pangkalan UNIFIL di sektor timur Lebanon. PBB mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian dan menegaskan bahwa mereka tidak boleh menjadi target konflik apapun.

Baca Juga :  Pemerintah Buka Opsi Batalkan Haji 2026, Ini Skenario Mitigasi yang Disiapkan

Keamanan pasukan TNI menjadi perhatian serius pemerintah. Sejumlah pihak di DPR RI juga mendorong evaluasi misi perdamaian Indonesia di Lebanon, mengingat kondisi wilayah yang semakin berbahaya bagi personel.

Pemerintah menekankan komitmen untuk melindungi warganya sekaligus menjalankan misi perdamaian internasional dengan tetap menjaga netralitas dan keselamatan personel.

Berita Terkait

Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka, Waspadai Link dan Poster Palsu
DPR Sahkan RUU Polri, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola Kepolisian
Minyakita Tak Lagi Jadi Bantuan Pangan, Kini Fokus ke Pasar Rakyat
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh dari Dalam
Nanik S Deyang Hadiri Istana Jelang Pelantikan Kepala BGN Baru
Kapolri Buka Peluang Sipil Isi Jabatan Polri Nonoperasional
Kemlu Ungkap Korban Penusukan Sesama WNI di Jepang Berstatus Pekerja Migran
Tarif Listrik PLN 2026: Rincian Lengkap 8–14 Juni dan Simulasi Token Rp50.000
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Pendaftaran CPNS 2026 Belum Dibuka, Waspadai Link dan Poster Palsu

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:00 WIB

DPR Sahkan RUU Polri, Perkuat Transformasi dan Tata Kelola Kepolisian

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Minyakita Tak Lagi Jadi Bantuan Pangan, Kini Fokus ke Pasar Rakyat

Senin, 8 Juni 2026 - 22:00 WIB

Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Janji Perjuangkan Aspirasi Buruh dari Dalam

Senin, 8 Juni 2026 - 18:00 WIB

Nanik S Deyang Hadiri Istana Jelang Pelantikan Kepala BGN Baru

Berita Terbaru

(Foto: REUTERS/WANA)

Internasional

Israel Serang Iran Lagi, Dua Anggota Militer Iran Tewas

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:00 WIB

(dok/metrojambi.com)

Daerah

Pemkot Sungai Penuh Gandeng Yayasan Regen Kelola Sampah

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:00 WIB

Foto: Dewi Wilona/Jambitv.co

Daerah

Kasus BBM Subsidi Ilegal Kerinci Masuk Tahap Penuntutan

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:00 WIB