Rupiah Terancam Tembus Rp17.100, Dampak Krisis Energi Global Kian Terasa

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rupiah Terancam Tembus Rp17.100, Dampak Krisis Energi Global Kian Terasa ( Poto : Ilustrasi AI )

Rupiah Terancam Tembus Rp17.100, Dampak Krisis Energi Global Kian Terasa ( Poto : Ilustrasi AI )

Jemarionline.com, Nilai tukar rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada pekan depan. Mata uang Garuda bahkan berpotensi menembus level Rp17.100 per dolar AS.

Penguatan dolar AS menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Indeks dolar yang terus naik membuat mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, berada dalam tekanan besar di pasar global.

Krisis Energi Global Jadi Pemicu Utama

Krisis energi global turut memperparah kondisi. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyebabkan gangguan pasokan minyak dunia.

Penurunan produksi minyak dalam jumlah besar membuat harga energi melonjak. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global yang berdampak luas ke berbagai sektor ekonomi.

Baca Juga :  NTB Makin Terkoneksi, Satu Tahun Kepemimpinan Iqbal–Dinda Tumbuhkan Mobilitas dan Pariwisata

Geopolitik dan Gangguan Pasokan Energi

Selain Timur Tengah, gangguan juga terjadi di kawasan lain seperti Rusia. Serangan terhadap fasilitas energi memperburuk ketidakstabilan pasokan global.

Akibatnya, harga minyak mentah terus meningkat dan memperbesar tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.

Investor Beralih ke Aset Aman

Dalam kondisi ketidakpastian global, investor cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.

Perpindahan ini membuat mata uang negara berkembang mengalami pelemahan, termasuk rupiah yang sebelumnya sudah sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS.

Baca Juga :  Indikator Ekonomi Melemah, Utang Makin Mahal Jadi Alarm Baru bagi Perekonomian

Kebijakan AS Ikut Mempengaruhi

Arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi faktor penting. Ekspektasi suku bunga dan keputusan bank sentral AS memengaruhi pergerakan pasar keuangan global.

Jika kebijakan cenderung ketat, maka tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin besar.

Rupiah Masih Berpotensi Volatil

Dengan berbagai tekanan tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat.

Selama kondisi global belum stabil, risiko pelemahan rupiah tetap terbuka, termasuk kemungkinan menembus level Rp17.100 per dolar AS.

Berita Terkait

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Berita Terbaru