NPL KPR BTN Turun Jadi 2,8 Persen, Transformasi Kredit Dorong Kualitas Pembiayaan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Setiyo Wibowo( poto :ANTARA)

Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Setiyo Wibowo( poto :ANTARA)

Jakarta, jemarionline.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatat perbaikan kualitas pembiayaan pada awal 2026. NPL KPR BTN turun menjadi 2,8 persen pada kuartal I 2026 dari 3,0 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut memperlihatkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan kredit sekaligus mengendalikan risiko.

Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyebut perseroan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan kualitas kredit. BTN menempatkan kualitas pertumbuhan sebagai fokus utama agar pertumbuhan bisnis tetap sehat.

Menurut Setiyo, kualitas kredit konsumer BTN menunjukkan kondisi yang semakin stabil meski kondisi ekonomi masyarakat terus bergerak dinamis.

BTN Tekan Rasio Kredit Bermasalah

BTN juga mencatat perbaikan pada rasio kredit bermasalah secara keseluruhan. Hingga akhir Maret 2026, rasio NPL total mencapai 3,1 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi kuartal I 2025 yang mencapai 3,3 persen. Penurunan ini memperlihatkan efektivitas strategi pengelolaan risiko yang dijalankan perusahaan.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, OJK Sebut Perbankan Masih Aman tapi Waspadai Risiko Ini

BTN menjalankan pengawasan kualitas kredit secara konsisten di seluruh lini pembiayaan. Perseroan juga memperkuat proses evaluasi agar kualitas aset tetap terjaga.

Setiyo menjelaskan bahwa perusahaan menjalankan berbagai langkah transformasi dalam beberapa tahun terakhir untuk memperkuat kualitas pembiayaan.

BTN memperketat proses underwriting agar analisis kelayakan debitur menjadi lebih akurat. Perseroan juga meningkatkan kualitas verifikasi untuk memperkecil potensi risiko sejak awal proses kredit.

Selain itu, BTN memperluas digitalisasi proses pembiayaan agar proses kerja menjadi lebih cepat dan efisien.

Perusahaan memanfaatkan data analytics untuk memperkuat pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut membantu tim kredit memahami profil risiko secara lebih menyeluruh.

BTN juga memperkuat pengelolaan portofolio setelah pencairan kredit agar kualitas pembiayaan tetap stabil.

Loan Factory Percepat Proses dan Tingkatkan Akurasi

BTN mengembangkan BTN Loan Factory sebagai pusat pemrosesan kredit konsumer yang terintegrasi secara nasional.

Melalui sistem ini, perusahaan menggabungkan teknologi digital, data analytics, decision engine, dan workflow automation dalam satu proses kerja.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, Kurs Jual Dollar AS di Bank Tembus Rp 18.010

Model tersebut membantu BTN membangun standar proses kredit yang lebih seragam. Tim kredit juga dapat mempercepat verifikasi dan meningkatkan ketepatan analisis.

Perseroan menilai sistem yang lebih terdigitalisasi dan tersentralisasi membuat kualitas kredit baru lebih konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi layanan kepada masyarakat.

Analis pasar modal Bahana Sekuritas, Razqi M. Kurniawan, menilai perbaikan pembiayaan BTN pada kuartal I 2026 menjadi salah satu hasil nyata dari operasional loan factory.

Dalam kajian hasil site visit yang terbit pada April lalu, Razqi mencatat kualitas kredit berdasarkan tahun pembukuan menunjukkan arah yang semakin sehat.

Menurutnya, portofolio kredit baru memiliki tingkat risiko yang lebih terkendali dibandingkan portofolio lama.

Tren tersebut memperkuat fondasi kualitas aset BTN dan membuka ruang bagi pertumbuhan pembiayaan yang lebih berkelanjutan pada periode berikutnya.(ar)

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Biodiesel B50 pada 9 Juli, Pemerintah Percepat Transisi Energi
Tarif Listrik Juli-September 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Penjelasannya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:00 WIB

Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB