DJP Blokir 36 Rekening Wajib Pajak di 14 Bank, Tunggakan Capai Rp17 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pajak.Foto: (Andhika Prasetia/detikcom)

Ilustrasi pajak.Foto: (Andhika Prasetia/detikcom)

JAKARTA, Jemarionline.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengambil langkah tegas terhadap puluhan wajib pajak yang masih menunggak kewajiban perpajakannya. Melalui Kantor Wilayah DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku (Papabrama), otoritas pajak memblokir 36 rekening milik wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak bernilai miliaran rupiah.

DJP menjalankan pemblokiran tersebut pada 2 hingga 4 Juni 2026 sebagai bagian dari proses penagihan aktif sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Rekening yang menjadi sasaran tersebar di 14 bank besar yang beroperasi di Jakarta, Tangerang, dan Jayapura.

Otoritas pajak menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan mengamankan penerimaan negara sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya.

Tunggakan Pajak Mencapai Rp17 Miliar

DJP mencatat total tunggakan dari 36 wajib pajak tersebut mencapai Rp17,07 miliar. Nilai tersebut menunjukkan masih terdapat potensi penerimaan negara yang belum masuk ke kas negara akibat kewajiban perpajakan yang belum diselesaikan.

Kepala Kanwil DJP Papabrama, Sekti Widihartanto, menjelaskan bahwa penagihan aktif menjadi instrumen penting untuk menjaga penerimaan negara dan memastikan seluruh wajib pajak menjalankan kewajibannya sesuai aturan.

Baca Juga :  AEI: Ulasan MSCI Jadi Momentum Perkuat Pasar Modal Indonesia di Mata Investor Global

Karena itu, DJP terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum perpajakan di berbagai wilayah.

Rekening Tersebar di 14 Bank Besar

Rekening yang diblokir berada di berbagai bank besar, termasuk bank milik negara, bank pembangunan daerah, dan bank swasta nasional. DJP tidak mengungkap identitas wajib pajak maupun nama bank yang terlibat dalam tindakan tersebut.

Meski demikian, DJP memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur hukum dan melibatkan koordinasi dengan pihak perbankan. Tujuh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Papabrama ikut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kolaborasi tersebut memungkinkan proses penagihan berjalan lebih efektif dan terukur.

DJP Dahulukan Pendekatan Persuasif

Sebelum melakukan pemblokiran rekening, DJP lebih dahulu menjalankan berbagai tahapan penagihan sesuai regulasi. Petugas biasanya mengirimkan surat teguran dan memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk menyelesaikan kewajibannya.

Jika wajib pajak tetap tidak melunasi utangnya, DJP dapat menerbitkan Surat Paksa dan melanjutkan proses penagihan aktif, termasuk pemblokiran rekening.

Karena itu, pemblokiran rekening bukan langkah pertama, melainkan bagian dari tahapan penegakan hukum yang telah diatur dalam undang-undang perpajakan.

Baca Juga :  Lonjakan BI Rate 100 Basis Poin Ancam Kredit Macet, Kelas Menengah Paling Rentan

Apa Dampaknya Jika Rekening Diblokir?

Ketika DJP memblokir rekening, pemilik rekening tidak dapat melakukan transaksi seperti penarikan dana, transfer, atau penggunaan saldo yang tersedia. Namun dalam beberapa kasus, rekening masih dapat menerima dana masuk.

DJP menerapkan langkah tersebut untuk menjaga aset wajib pajak agar tetap tersedia sebagai jaminan pelunasan utang pajak. Jika wajib pajak tidak segera menyelesaikan kewajibannya, DJP dapat melanjutkan proses penagihan ke tahap berikutnya sesuai aturan yang berlaku.

Karena itu, wajib pajak yang mengalami pemblokiran sebaiknya segera berkoordinasi dengan kantor pajak tempat mereka terdaftar.

DJP Terus Tingkatkan Penegakan Hukum

Kasus pemblokiran rekening bukan pertama kali terjadi pada tahun 2026. Sebelumnya, Kanwil DJP Banten juga memblokir rekening 84 wajib pajak di 15 bank dengan total tunggakan mencapai Rp330,6 miliar.

Data tersebut menunjukkan bahwa DJP semakin aktif melakukan penagihan terhadap penunggak pajak guna mengamankan penerimaan negara. Selain itu, langkah tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan perpajakan masyarakat.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan
Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Tertekan Arus Modal Asing
Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Ponsel yang sedang diisi daya dengan powerbank di atas meja kerja, dikelilingi kabel charger dan laptop.(poto: AI).

Teknologi

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Okt 2026 - 07:14 WIB

Pusat operasi siber bank memantau peringatan akses tidak sah dari agen AI pihak ketiga ke sistem rekening nasabah.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Senin, 26 Okt 2026 - 07:03 WIB

Polres OKU Selatan menetapkan tersangka kasus kematian seorang narapidana di Lapas Muaradua, Sumsel, Sabtu (24/10/2026).(poto: kompas.com).

Hukum

Napi Tewas di Lapas Muaradua, Polisi Jerat Empat Tersangka

Minggu, 25 Okt 2026 - 08:09 WIB

ilustrasi visual yang menggambarkan situasi di mana akses agen AI yang tidak sah terdeteksi dan diblokir pada aplikasi perbankan.(poto: AI).

Internasional

Bank AS Blokir Agen AI Usai Bobol Rekening Nasabah

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:55 WIB