Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan perhitungan insentif sebesar Rp6 juta per hari yang diberikan kepada setiap dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penjelasan ini disampaikan setelah muncul pertanyaan publik mengenai besaran dana tersebut.
BGN menegaskan bahwa insentif bukan bantuan tunai bebas. Dana itu merupakan biaya operasional agar dapur MBG dapat menyediakan makanan bergizi sesuai standar pemerintah.
Digunakan untuk Operasional Harian
Insentif harian dipakai untuk membiayai berbagai kebutuhan dapur. Biaya tersebut mencakup tenaga kerja, pengelolaan fasilitas, distribusi bahan makanan, hingga menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Dengan skema ini, satu dapur MBG bisa menerima sekitar Rp144 juta per bulan. Namun, dana tersebut tidak menjadi keuntungan pengelola karena seluruhnya dialokasikan untuk operasional layanan.
BGN menyebut sistem kemitraan dipilih agar layanan makanan bergizi dapat berjalan stabil setiap hari.
Dinilai Lebih Efisien
Menurut BGN, pemberian insentif lebih efisien dibandingkan pemerintah harus membangun dapur sendiri dari awal. Pembangunan fasilitas baru membutuhkan biaya besar serta waktu yang panjang.
Melalui kerja sama dengan mitra yang sudah memiliki fasilitas, program MBG dapat segera dijalankan di berbagai daerah. Cara ini dinilai mampu mempercepat distribusi layanan kepada masyarakat.
Saat ini, puluhan ribu dapur MBG telah beroperasi di sejumlah wilayah Indonesia untuk mendukung program pemenuhan gizi nasional.
Fokus pada Percepatan Program
BGN menilai kecepatan pelaksanaan menjadi faktor utama. Semakin cepat dapur beroperasi, semakin cepat pula manfaat program dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima utama.
Program MBG diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas gizi sekaligus menekan risiko masalah gizi di Indonesia.
Ada Pengawasan dan Evaluasi
BGN memastikan setiap dapur tetap diawasi secara ketat. Pengelola wajib memenuhi standar operasional, keamanan pangan, serta pelaporan kegiatan secara berkala.
Jika ditemukan pelanggaran atau standar tidak terpenuhi, insentif dapat dikurangi hingga dihentikan.









