Obligasi Danantara Diserbu Investor, KADIN Sebut Ekonomi RI Diakui Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Dok. Istimewa

Foto: Dok. Istimewa

Jakarta, Jemarionline.comObligasi global yang diterbitkan Danantara Indonesia mendapat respons sangat positif dari investor internasional. Tingginya minat investor terhadap instrumen tersebut mendorong Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menyebut kondisi ini sebagai bukti bahwa dunia masih menaruh kepercayaan besar terhadap ekonomi Indonesia.

Danantara Investment Management berhasil menghimpun dana sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,5 triliun melalui penerbitan obligasi dolar AS perdana. Instrumen tersebut menarik pesanan hingga sekitar US$4,6 miliar atau lebih dari Rp81 triliun sehingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sekitar tiga kali lipat.

Investor Global Berebut Obligasi Danantara

Minat investor yang tinggi menunjukkan bahwa pasar internasional masih melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik.

Danantara membagi obligasi tersebut ke dalam dua tenor, yaitu lima tahun dan sepuluh tahun. Investor dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia ikut berpartisipasi dalam penerbitan surat utang tersebut.

Tingginya permintaan membuat Danantara mampu menurunkan tingkat imbal hasil yang ditawarkan dibandingkan indikasi awal. Kondisi ini menunjukkan kuatnya kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Baca Juga :  BI Rate Naik, Modal Asing Masuk Rp 19 Triliun dan Rupiah Menguat

KADIN Nilai Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Ketua Umum KADIN Indonesia menilai keberhasilan penerbitan obligasi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional.

Menurut KADIN, respons investor global membuktikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan memperoleh pengakuan dari dunia internasional. Organisasi tersebut juga menegaskan komitmennya untuk membantu menjaga kepercayaan investor agar pertumbuhan ekonomi nasional terus berlanjut.

KADIN menilai capaian tersebut menjadi momentum penting di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

Rosan: Investor Masih Percaya Indonesia

Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan minat investor asing terhadap Indonesia masih sangat tinggi.

Ia menegaskan keberhasilan penerbitan obligasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa investor global masih percaya pada prospek ekonomi Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar indikator di atas kertas karena dana hasil penerbitan obligasi benar-benar masuk ke rekening Danantara sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Krisis 2026 Diprediksi Makin Berat, Banyak Pabrik Terancam Tutup

Dapat Sorotan Media Internasional

Keberhasilan Danantara juga menarik perhatian media dan pelaku pasar internasional.

Beberapa media ekonomi global menyoroti kesuksesan penerbitan obligasi tersebut sebagai pencapaian penting bagi Indonesia. Respons positif tersebut menunjukkan bahwa investor internasional masih melihat peluang pertumbuhan yang menjanjikan di pasar Indonesia.

Selain itu, mayoritas pembeli berasal dari institusi keuangan besar seperti manajer investasi, perusahaan asuransi, dan dana pensiun global.

Dana Akan Digunakan untuk Investasi

Danantara berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk mendukung investasi strategis dan pengelolaan kewajiban perusahaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Danantara sebagai lembaga investasi nasional yang mengelola berbagai aset strategis Indonesia.

Pemerintah berharap keberhasilan ini dapat membuka peluang pendanaan yang lebih luas bagi berbagai proyek pembangunan dan investasi nasional di masa mendatang.

Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbaru Logam Mulia
AEI: Ulasan MSCI Jadi Momentum Perkuat Pasar Modal Indonesia di Mata Investor Global
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Batal Naik, Tetap Rp15.700 per Liter
BI Rate Naik Dua Kali pada Juni 2026, Rupiah Jadi Prioritas Utama
AS dan Iran Mulai Damai, Mengapa Harga Pertamax Belum Turun? Ini Penjelasan Airlangga
Kepemilikan Saham Bali Tembus Rp7,95 Triliun, Tumbuh 48 Persen di Triwulan I 2026
Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen, BI Sebut Likuiditas dan Permintaan Kredit Masih Kuat
Rupiah Melemah ke Rp17.738 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:20 WIB

Harga Emas Antam Turun Rp30.000 per Gram, Ini Daftar Harga Terbaru Logam Mulia

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:54 WIB

AEI: Ulasan MSCI Jadi Momentum Perkuat Pasar Modal Indonesia di Mata Investor Global

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:00 WIB

BI Rate Naik Dua Kali pada Juni 2026, Rupiah Jadi Prioritas Utama

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:00 WIB

AS dan Iran Mulai Damai, Mengapa Harga Pertamax Belum Turun? Ini Penjelasan Airlangga

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:00 WIB

Kepemilikan Saham Bali Tembus Rp7,95 Triliun, Tumbuh 48 Persen di Triwulan I 2026

Berita Terbaru