Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen, BI Sebut Likuiditas dan Permintaan Kredit Masih Kuat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (18/6/2026). ( poto : ANTARA )

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (18/6/2026). ( poto : ANTARA )

Jakarta, jemarionline.com – Kredit perbankan tumbuh kuat terlihat jelas pada laporan terbaru Bank Indonesia (BI) hingga Mei 2026. Bank Indonesia mencatat kredit perbankan naik 11,51 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang berada di level 9,98 persen.

Bank Indonesia melaporkan kenaikan ini dari hasil pemantauan sistem perbankan nasional yang terus menunjukkan penguatan fungsi intermediasi. Lembaga ini menilai permintaan kredit dari dunia usaha masih bergerak stabil.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa seluruh kelompok kredit ikut mendorong pertumbuhan, terutama sektor investasi yang menunjukkan lonjakan paling tinggi.

Kredit Investasi Dorong Ekspansi Ekonomi

BI mencatat kredit investasi tumbuh 21,95 persen (yoy) pada Mei 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan perusahaan terus memperluas kapasitas produksi dan proyek jangka panjang.

Selain itu, kredit modal kerja naik 8,09 persen, sementara kredit konsumsi meningkat 5,89 persen. Pergerakan ini memperlihatkan aktivitas ekonomi tetap hidup di sektor usaha maupun rumah tangga.

Perry Warjiyo menegaskan pelaku usaha masih aktif mengajukan pembiayaan untuk ekspansi bisnis, meski kondisi global masih menghadapi tekanan geopolitik.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Tajam ke Rp2,57 Juta per Gram pada 16 Mei 2026

Proyeksi Kredit 2026 Masih Positif

Bank Indonesia memperkirakan kredit perbankan tetap tumbuh dalam kisaran 8–12 persen sepanjang 2026. BI melihat ruang pertumbuhan masih besar karena penyaluran kredit belum sepenuhnya optimal.

Data BI menunjukkan undisbursed loan mencapai Rp2.576 triliun atau 22,41 persen dari total plafon kredit yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan masih banyak dana yang belum tersalurkan ke sektor riil.

Perbankan memiliki peluang besar untuk mempercepat penyaluran kredit jika permintaan usaha terus meningkat.

BI mencatat kondisi likuiditas perbankan tetap kuat sepanjang 2026. Rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) mencapai 24,74 persen pada Mei 2026.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 13,47 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan masyarakat tetap menyimpan dana di perbankan dengan tingkat kepercayaan yang stabil.

Kondisi likuiditas ini membantu bank menjaga kemampuan penyaluran kredit tanpa tekanan berarti pada pendanaan.

Suku Bunga Mendukung Penyaluran Kredit

BI melihat suku bunga perbankan masih berada pada level yang mendukung pertumbuhan kredit. Suku bunga kredit berada di 8,72 persen, sedangkan suku bunga deposito 1 bulan di 4,26 persen.

Baca Juga :  Dolar AS Sempat Tembus Rp17.900, Rupiah Masih di Bawah Tekanan

Perbedaan tingkat suku bunga ini membantu bank menjaga margin keuntungan sekaligus tetap mendorong penyaluran kredit ke sektor produktif.

BI menegaskan sistem perbankan nasional tetap kuat menghadapi tekanan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah. Bank-bank di Indonesia masih menjaga permodalan dan likuiditas dengan baik.

Rasio kecukupan modal (CAR) berada di 23,97 persen pada April 2026. Angka ini menunjukkan perbankan memiliki bantalan modal yang kuat untuk menyerap risiko.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di level 2,17 persen (bruto) dan 0,84 persen (neto). Kondisi ini menunjukkan kualitas kredit tetap terjaga.

Hasil stress test Bank Indonesia menunjukkan sektor perbankan mampu bertahan dalam berbagai skenario tekanan ekonomi. BI menguji ketahanan bank terhadap risiko global dan domestik.

Hasil pengujian menunjukkan kemampuan bayar korporasi tetap stabil. Selain itu, profitabilitas sektor usaha juga membantu menjaga kualitas kredit perbankan.

BI menegaskan akan memperkuat kebijakan makroprudensial dan meningkatkan koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.(ar)

Berita Terkait

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026
Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak
Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar
OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia
Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo 7 Juli 2026, Cek Daftar Terbarunya
Purbaya: Ekonomi Indonesia Terus Membaik, MBG Jadi Fondasi Pertumbuhan
PPN Strava Premium Berlaku, DJP Jelaskan Pengguna yang Kena Pajak
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU Berlaku Agustus 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS, Pasar Keuangan Bergejolak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Optimisme IMF Dorong Sentimen Pasar

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:00 WIB

OJK Bantah Bank Asing Tarik Dana Besar-Besaran dari Indonesia

Berita Terbaru