Harga Pertamax Naik, Warga Ramai Beralih ke Pertalite, Stok Aman?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ramai-ramai antre Pertalite. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto

Ramai-ramai antre Pertalite. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto

Jakarta, Jemarionline.com – Kenaikan harga Pertamax mulai memengaruhi pola konsumsi bahan bakar masyarakat. Setelah Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, banyak pengguna kendaraan mulai mempertimbangkan untuk beralih ke Pertalite yang memiliki harga lebih murah.

Selisih harga yang mencapai Rp 6.250 per liter membuat sebagian masyarakat berupaya menekan pengeluaran transportasi harian. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan baru, apakah stok Pertalite mampu memenuhi lonjakan permintaan apabila semakin banyak pengguna Pertamax beralih ke BBM subsidi tersebut?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemerintah telah mengantisipasi potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Pemerintah juga terus memantau konsumsi harian BBM untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Harga Pertamax Naik Tajam

Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax kini mencapai Rp 16.250 per liter, naik sekitar 32 persen dibandingkan harga sebelumnya yang berada di level Rp 12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Kenaikan tersebut menjadi penyesuaian harga terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pengguna kendaraan mengaku terkejut karena perubahan harga berlangsung cukup cepat.

Di sisi lain, pemerintah mempertahankan harga Pertalite di level Rp 10.000 per liter sehingga selisih harga dengan Pertamax semakin lebar.

Baca Juga :  Ini Rincian Harga BBM per 1 Februari 2026

Banyak Warga Mulai Beralih ke Pertalite

Kenaikan harga Pertamax langsung memengaruhi keputusan konsumen.

Sejumlah pengguna kendaraan mengaku mulai mempertimbangkan penggunaan Pertalite untuk mengurangi biaya operasional harian. Bahkan beberapa pengendara menyatakan mereka terpaksa beralih karena kenaikan harga Pertamax dinilai cukup signifikan.

Selain itu, sejumlah laporan menunjukkan antrean di beberapa SPBU mulai didominasi pembeli Pertalite setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi berlaku.

Meski demikian, tidak semua pengguna Pertamax langsung berpindah. Sebagian konsumen tetap memilih Pertamax karena mempertimbangkan spesifikasi mesin kendaraan dan kualitas bahan bakar yang digunakan.

ESDM Pastikan Stok Pertalite Masih Aman

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga untuk memantau tren konsumsi setelah kenaikan harga Pertamax. Hasil pemantauan awal menunjukkan perpindahan konsumen masih berada dalam batas yang aman.

Menurut ESDM, pemerintah menetapkan kuota Pertalite tahun 2026 sebesar 29,2 juta kiloliter. Kuota tersebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini.

Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan stok Pertalite dalam waktu dekat.

Pemerintah Perketat Pengawasan BBM Subsidi

Meski stok masih aman, pemerintah tetap meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi.

ESDM bersama Pertamina terus memanfaatkan sistem QR Code untuk mengontrol pembelian Pertalite agar tepat sasaran. Selain itu, pemerintah juga meminta seluruh pihak terkait meningkatkan pengawasan di lapangan guna mencegah penyalahgunaan BBM subsidi.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia dan Komoditas Utama Bergerak Dinamis, Lada & Harga Emas Naik

Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran negara dalam menyediakan subsidi energi.

Karena itu, pemerintah berharap masyarakat menggunakan BBM sesuai hak dan peruntukannya.

Jangan Asal Turun ke Pertalite

Meski Pertalite lebih murah, pemilik kendaraan tidak sebaiknya langsung mengganti jenis bahan bakar tanpa mempertimbangkan spesifikasi mesin.

Beberapa kendaraan modern dirancang untuk menggunakan BBM dengan angka oktan lebih tinggi seperti Pertamax. Penggunaan BBM dengan oktan lebih rendah berpotensi memengaruhi performa mesin dalam jangka panjang.

Sebagai contoh, sejumlah kendaraan kategori Low Cost Green Car (LCGC) memiliki rekomendasi penggunaan BBM dengan RON 92 atau setara Pertamax. Karena itu, pemilik kendaraan perlu memeriksa buku panduan sebelum mengganti jenis bahan bakar.

Mengapa Harga Pertamax Naik?

Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax mengikuti formula harga BBM nonsubsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, lonjakan harga energi global dan meningkatnya beban subsidi nasional turut memengaruhi kebijakan tersebut. Data pemerintah menunjukkan biaya subsidi energi mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Karena itu, Pertamina melakukan evaluasi harga untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan
Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Tertekan Arus Modal Asing
Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Desain tipis iPad mini 8 berlayar OLED tergeletak elegan di atas meja kerja kayu dengan stylus terpasang rapi di samping.(ilustrasi poto: AI).

Trending

Apple Rilis iPad Mini 8: Layar OLED dan Chip A20 Pro

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:47 WIB

Logo Apple berbahan logam perak dengan tekstur melingkar yang elegan, terpasang pada dinding beton gelap.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Acara Apple: MacBook Pro Layar Sentuh dan Chip M6

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:41 WIB

Aktivitas pelayanan nasabah di kantor BNI yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp16,1 triliun pada kuartal III 2026.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Laba Bersih BNI Tembus Rp16,1 Triliun pada Kuartal III 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:36 WIB

Ponsel yang sedang diisi daya dengan powerbank di atas meja kerja, dikelilingi kabel charger dan laptop.(poto: AI).

Teknologi

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Okt 2026 - 07:14 WIB

Pusat operasi siber bank memantau peringatan akses tidak sah dari agen AI pihak ketiga ke sistem rekening nasabah.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Senin, 26 Okt 2026 - 07:03 WIB