Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Tertekan Arus Modal Asing

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah layar pergerakan grafik pasar keuangan yang memerah.(poto: AI).

Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah layar pergerakan grafik pasar keuangan yang memerah.(poto: AI).

Jakarta, Jemarionline.com – Pasar keuangan domestik mencatat nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (19/10/2026). Aksi jual aset oleh investor asing serta meluasnya sentimen penghindaran risiko di pasar global menekan posisi mata uang Garuda.

Berdasarkan data Doo Financial Futures, kurs rupiah terkoreksi sebesar 19,00 poin atau 0,11 persen menuju level Rp18.046 per dolar AS. Posisi penutupan ini menunjukkan tren pelemahan jika pelaku pasar membandingkannya dengan capaian perdagangan hari sebelumnya.

Derasnya arus keluar modal asing atau capital outflow terus mengikis tenaga mata uang domestik sepanjang sesi transaksi. Pelaku pasar global memilih melepas instrumen investasi berisiko untuk mengamankan likuiditas portofolio mereka.

Tekanan Pasar Keuangan Asia Menyeret Mata Uang Garuda

Koreksi mata uang Garuda ini sejalan dengan tren mayoritas mata uang di kawasan Asia yang tunduk di hadapan dolar AS. Baht Thailand mencatat penurunan paling dalam sebesar 0,48 persen, disusul dolar Baru Taiwan yang terkikis 0,33 persen.

Baca Juga :  Cacahan Uang Rp100 Ribu Ditemukan di TPS Liar Bekasi, Polisi Pastikan Duit Asli Pemusnahan BI

Mata uang Asia lain seperti peso Filipina melemah 0,15 persen dan yen Jepang turun 0,07 persen. Dolar Singapura juga mencatat penurunan tipis 0,05 persen, sedangkan ringgit Malaysia tergelincir 0,01 persen.

Kendati demikian, sejumlah mata uang kawasan masih sanggup mencatatkan penguatan di tengah tekanan global. Won Korea Selatan melesat paling tinggi sebesar 0,23 persen, yuan China naik 0,06 persen, dan rupee India menguat 0,03 persen.

Sementara itu, pergerakan dolar Hong Kong cenderung bergerak stagnan tanpa mencatatkan perubahan nilai yang berarti terhadap mata uang greenback. Pasar Asia secara umum memperlihatkan pola perdagangan yang bervariasi dengan dominasi pelemahan.

Ketegangan Geopolitik Global Memicu Penguatan Indeks Dolar AS

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menegaskan bahwa meluasnya sentimen risk off global memicu gelombang pelepasan aset domestik oleh investor asing. Dolar AS kemudian memanfaatkan momentum ini untuk melakukan rebound tajam terhadap mata uang negara berkembang.

Baca Juga :  BGN Jelaskan Hitung-hitungan Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Setiap Dapur MBG

Eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah memicu kepanikan investor sehingga mendorong aksi borong aset lindung nilai. Intensifikasi perang antara Ukraina dan Rusia kian mempercepat pelarian dana internasional menuju mata uang safe haven tersebut.

Minimnya rilis agenda ekonomi penting dari pasar luar negeri hari ini membuat fokus investor beralih penuh ke ranah domestik. Pelaku pasar kini menanti hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu mendatang.

Lukman memproyeksikan rupiah masih akan bergerak dalam tren tertekan apabila fenomena penarikan dana asing belum mereda. Pergerakan mata uang rupiah diperkirakan bertahan di rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS dalam beberapa hari ke depan.(ar)

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan
Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026
Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Kredit Macet Pinjol Naik, OJK Soroti Kemampuan Bayar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB