Suami Istri Tersambar Petir di Simalungun, Istri Tewas Saat Berteduh di Perkebunan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota polisi Polsek Bandar Huluan bersama warga mendatangi lokasi korban tersambar petir.( poto : kompas.com )

Anggota polisi Polsek Bandar Huluan bersama warga mendatangi lokasi korban tersambar petir.( poto : kompas.com )

Simalungun, jemarionline.com – Peristiwa Suami-istri tersambar petir terjadi di wilayah Kabupaten Simalungun ketika pasangan suami istri menjadi korban sambaran petir saat berteduh di area perkebunan Afdeling II, Nagori Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Selasa malam (21/6/2026). Peristiwa ini menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.

SD (49) mengendarai sepeda motor dan membonceng istrinya LS (30) serta tiga anak mereka, yakni ND (11), GD (6), dan DD (3). Mereka melaju pulang menuju rumah di Huta II Nagori Tanjung Hataran, Bandar Huluan.

Saat mereka melintas di kawasan Afdeling II Bandar Betsy sekitar pukul 21.00 WIB, hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan mengganggu perjalanan.

SD menghentikan kendaraan dan mengajak keluarganya berteduh di area Latek 32 Afdeling II. Mereka memilih lokasi tersebut untuk menghindari hujan deras di jalan perkebunan yang gelap.

Baca Juga :  Kebakaran Desa Adat Sade: Gubernur NTB Tinjau Lokasi dan Siapkan Pemulihan

Namun, kondisi cuaca terus memburuk dan membuat situasi di lokasi semakin berisiko.

Petir Menyambar Saat Keluarga Berteduh

LS menyalakan senter ponselnya untuk membantu penerangan di tengah gelapnya lokasi. Tidak lama kemudian, petir menyambar area tempat mereka berdiri dan mengenai SD serta LS secara langsung.

Sambaran petir itu langsung menjatuhkan keduanya di lokasi kejadian.

ND (11) segera berlari menuju pondok Afdeling II yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Ia meminta bantuan kepada warga setempat setelah melihat kondisi orang tuanya.

Warga kemudian bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari ND.

Warga langsung membawa SD dan LS ke fasilitas kesehatan terdekat. Petugas medis di Rumah Sakit Laras PTPN IV Bandar Huluan memeriksa kedua korban, dan dokter menyatakan LS meninggal dunia.

Baca Juga :  Pengantin Wanita Kabur Sehari Setelah Menikah di Thailand, Terungkap Masih Bersuami dan Punya Anak

Tim medis terus merawat SD di ruang ICU karena ia mengalami luka akibat sambaran petir. Sementara itu, tiga anak mereka tidak mengalami luka sedikit pun.

Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor menerima laporan warga dan langsung mengerahkan anggotanya ke lokasi kejadian. Polisi mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk memperjelas kronologi.

Polisi juga berkoordinasi dengan perangkat Nagori Tanjung Hataran dan pihak keluarga untuk mendokumentasikan peristiwa tersebut.

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar menghindari area terbuka saat hujan deras disertai petir. Wilayah perkebunan dan lahan terbuka memiliki risiko tinggi terhadap sambaran petir, terutama saat kondisi cuaca tidak stabil.(ar)

Berita Terkait

Gubernur NTB dan NTT Turun Langsung Salurkan Bantuan Gempa Manggarai Timur
Kebakaran Desa Adat Sade: Gubernur NTB Tinjau Lokasi dan Siapkan Pemulihan
MSI Kritik Pembongkaran Cagar Budaya Ipilo Gorontalo, Dinilai Hapus Memori Sejarah Lokal
Dedi Mulyadi Soroti Pemadaman Listrik di Jabar, Industri dan UMKM Terdampak
Demo “Surabaya Menggugat” di Grahadi, Massa Sampaikan Tiga Tuntutan ke Pemerintah
Pengantin Wanita Kabur Sehari Setelah Menikah di Thailand, Terungkap Masih Bersuami dan Punya Anak
SIM Keliling Jakarta Hari Ini Hadir di 5 Lokasi, Cek Jadwal, Syarat, dan Biaya Perpanjangan
Kecelakaan Bus Jemaat HKBP di Batam: 1 Tewas, Belasan Luka di Pantai New Melur
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Gubernur NTB dan NTT Turun Langsung Salurkan Bantuan Gempa Manggarai Timur

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:10 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade: Gubernur NTB Tinjau Lokasi dan Siapkan Pemulihan

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:14 WIB

MSI Kritik Pembongkaran Cagar Budaya Ipilo Gorontalo, Dinilai Hapus Memori Sejarah Lokal

Senin, 22 Juni 2026 - 19:03 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Pemadaman Listrik di Jabar, Industri dan UMKM Terdampak

Senin, 22 Juni 2026 - 08:47 WIB

Demo “Surabaya Menggugat” di Grahadi, Massa Sampaikan Tiga Tuntutan ke Pemerintah

Berita Terbaru