Simalungun, jemarionline.com – Peristiwa Suami-istri tersambar petir terjadi di wilayah Kabupaten Simalungun ketika pasangan suami istri menjadi korban sambaran petir saat berteduh di area perkebunan Afdeling II, Nagori Bandar Betsy, Kecamatan Bandar Huluan, Selasa malam (21/6/2026). Peristiwa ini menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
SD (49) mengendarai sepeda motor dan membonceng istrinya LS (30) serta tiga anak mereka, yakni ND (11), GD (6), dan DD (3). Mereka melaju pulang menuju rumah di Huta II Nagori Tanjung Hataran, Bandar Huluan.
Saat mereka melintas di kawasan Afdeling II Bandar Betsy sekitar pukul 21.00 WIB, hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan mengganggu perjalanan.
SD menghentikan kendaraan dan mengajak keluarganya berteduh di area Latek 32 Afdeling II. Mereka memilih lokasi tersebut untuk menghindari hujan deras di jalan perkebunan yang gelap.
Namun, kondisi cuaca terus memburuk dan membuat situasi di lokasi semakin berisiko.
Petir Menyambar Saat Keluarga Berteduh
LS menyalakan senter ponselnya untuk membantu penerangan di tengah gelapnya lokasi. Tidak lama kemudian, petir menyambar area tempat mereka berdiri dan mengenai SD serta LS secara langsung.
Sambaran petir itu langsung menjatuhkan keduanya di lokasi kejadian.
ND (11) segera berlari menuju pondok Afdeling II yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Ia meminta bantuan kepada warga setempat setelah melihat kondisi orang tuanya.
Warga kemudian bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari ND.
Warga langsung membawa SD dan LS ke fasilitas kesehatan terdekat. Petugas medis di Rumah Sakit Laras PTPN IV Bandar Huluan memeriksa kedua korban, dan dokter menyatakan LS meninggal dunia.
Tim medis terus merawat SD di ruang ICU karena ia mengalami luka akibat sambaran petir. Sementara itu, tiga anak mereka tidak mengalami luka sedikit pun.
Kapolsek Bandar Huluan IPTU Patar Banjarnahor menerima laporan warga dan langsung mengerahkan anggotanya ke lokasi kejadian. Polisi mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk memperjelas kronologi.
Polisi juga berkoordinasi dengan perangkat Nagori Tanjung Hataran dan pihak keluarga untuk mendokumentasikan peristiwa tersebut.
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar menghindari area terbuka saat hujan deras disertai petir. Wilayah perkebunan dan lahan terbuka memiliki risiko tinggi terhadap sambaran petir, terutama saat kondisi cuaca tidak stabil.(ar)









