JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan didistribusikan selama masa libur Lebaran 2026. Pemerintah memutuskan penghentian sementara pembagian makanan siap konsumsi pada periode 18 hingga 24 Maret 2026 dan menggantinya dengan paket bundling bagi para penerima manfaat.
Kebijakan ini disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari penyesuaian operasional selama cuti bersama dan libur Idul Fitri.
Distribusi Dihentikan Sementara Selama Libur
Pihak BGN menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan karena kegiatan sekolah dan sejumlah layanan publik turut diliburkan selama periode Lebaran. Kondisi tersebut membuat distribusi makanan harian tidak dapat berjalan seperti biasanya.
Sebagai solusi, pemerintah menyiapkan paket makanan dalam bentuk bundling yang akan dibagikan sebelum masa libur dimulai. Paket tersebut dirancang agar kebutuhan gizi penerima program tetap terpenuhi meski tidak ada pembagian harian.
Diganti Paket Bundling untuk Penerima Manfaat
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa paket bundling berisi bahan makanan bergizi yang dapat dikonsumsi selama beberapa hari.
Menurutnya, langkah ini diambil agar manfaat program tetap dirasakan masyarakat tanpa terganggu jadwal libur nasional.
Paket tersebut disesuaikan dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga penerima tetap mendapatkan asupan nutrisi seimbang selama masa libur Lebaran.
Program Kembali Normal Setelah Libur
BGN memastikan distribusi MBG akan kembali berjalan normal setelah masa libur Lebaran berakhir. Pemerintah juga terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif, terutama saat menghadapi periode libur panjang nasional.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan, guna mendukung peningkatan kesehatan serta kualitas sumber daya manusia Indonesia.









