Jemarionline – Bank Indonesia (BI) pada 19 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25%.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan inflasi terkendali dan kondisi ekonomi domestik yang stabil.
Dampak Keputusan BI
-
Inflasi terkendali: Mempertahankan daya beli masyarakat dan stabilitas harga.
-
Investasi lebih stabil: Pelaku usaha dan investor mendapat kepastian suku bunga untuk perencanaan keuangan.
-
Nilai tukar rupiah: Diharapkan tetap stabil terhadap dolar AS dan mata uang asing lainnya.
Analisis Ekonomi
Ekonom menyatakan bahwa keputusan ini mengirim sinyal stabilitas bagi pasar. Suku bunga yang stabil mendorong pertumbuhan konsumsi dan investasi tanpa menimbulkan tekanan inflasi.
-
Sektor usaha: Lebih mudah merencanakan biaya pinjaman.
-
Investor: Lebih yakin dengan prediksi keuntungan obligasi dan saham.
Kesimpulan
Dengan mempertahankan suku bunga acuan, Bank Indonesia bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah. Keputusan ini memberikan kepastian bagi masyarakat, pelaku usaha, dan investor di tengah kondisi global yang fluktuatif.









