Jakarta, jemarionline.com – Kepulangan jemaah haji ke Indonesia menghadirkan berbagai cara unik untuk membawa lebih banyak oleh-oleh. Sejumlah jemaah memilih memakai pakaian berlapis agar koper tetap memenuhi aturan maskapai. Fenomena jemaah haji akali bagasi ini terlihat di bandara keberangkatan di Arab Saudi.
Aturan penerbangan membatasi barang bawaan setiap jemaah menjadi tiga jenis. Jemaah hanya boleh membawa koper bagasi maksimal 32 kilogram, koper kabin maksimal 7 kilogram, dan tas selempang untuk dokumen penting.
Petugas maskapai dan imigrasi langsung memeriksa berat bawaan sebelum keberangkatan. Jika berat melebihi ketentuan, petugas meminta jemaah mengurangi isi koper. Sebagian jemaah akhirnya meninggalkan barang agar tetap bisa terbang.
Kenakan Gamis Berlapis Demi Ruang Koper
Sebagian jemaah memilih mengeluarkan pakaian dari koper lalu mengenakannya sekaligus. Cara itu membuat ruang koper menjadi lebih longgar untuk oleh-oleh.
Marina, jemaah asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang tergabung dalam embarkasi Makassar (UPG), melakukan cara tersebut saat bersiap pulang ke Indonesia.
Ia mengenakan sembilan lapis gamis agar seluruh barang tetap masuk ke koper.
“Kopernya tidak muat kalau terlalu banyak. Jadi saya keluarkan baju-baju untuk dipakai. Supaya kopernya lebih longgar,” kata Marina.
M Yamin dan istrinya juga menerapkan strategi yang sama. Mereka mengenakan beberapa lapis pakaian agar berat koper tetap sesuai batas.
Yamin bahkan menambahkan kain ihram yang ia gunakan selama berhaji.
“Pakai sembilan lapis gamis ditambah kain ihram biar semua termuat,” ujarnya.
Suasana serupa tampak di Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdulaziz Madinah. Banyak jemaah menata ulang koper sebelum memasuki proses keberangkatan.
Petugas kloter dan petugas daerah kerja bandara ikut membantu proses tersebut.
Petugas Tusi Lindungan Jemaah (Linjam) Daker Bandara, Peltu M Firdaus, mengaku sering membantu jemaah menata ulang barang bawaan.
Menurut Firdaus, sejumlah jemaah memilih memakai pakaian berlapis agar seluruh oleh-oleh tetap ikut pulang.
Ia mengatakan bantuan itu memberi kepuasan tersendiri ketika jemaah berhasil membawa barang sesuai aturan.
Petugas Temukan Banyak Air Zamzam di Bagasi
Selain pakaian dan oleh-oleh, petugas juga menemukan air zamzam dalam koper bagasi.
Petugas langsung mengambil botol air zamzam yang ditemukan saat pemeriksaan.
Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa petugas sudah berulang kali mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam bagasi.
Namun, sebagian jemaah tetap mencoba membawa air tersebut dengan membungkus botol memakai lakban dan aluminium foil.
Menurut Khalilurrahman, langkah itu tidak membantu karena mesin X-Ray tetap membaca isi koper.
Petugas memindai seluruh koper di gudang logistik. Ketika alat mendeteksi barang terlarang, petugas membuka koper dan mengeluarkan barang yang melanggar aturan.
Petugas Perlindungan Jemaah ikut mengawasi proses itu agar pemeriksaan berjalan sesuai prosedur.
Pemeriksaan juga berlanjut di bandara sebelum koper masuk ke pesawat.
Khalilurrahman memahami keinginan jemaah membawa air zamzam untuk keluarga. Namun, penyelenggara tetap mengutamakan keselamatan penerbangan.
Ia menjelaskan bahwa kebocoran cairan di bagasi dapat menimbulkan risiko selama perjalanan udara. Karena itu, jemaah perlu mengikuti jalur resmi yang tersedia.









