KRL Duri-Tangerang Berhenti Setelah Tiga Ledakan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KRL Duri-Tangerang berhenti di Rawa Buaya usai terdengar tiga ledakan.( Poto : ANTARA )

KRL Duri-Tangerang berhenti di Rawa Buaya usai terdengar tiga ledakan.( Poto : ANTARA )

Jakarta, jemarionline.com – Kereta rel listrik jurusan Duri–Tangerang tiba-tiba berhenti di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa sore.

Insiden KRL Duri Tangerang berhenti itu terjadi setelah penumpang mendengar tiga kali suara ledakan dari dalam rangkaian kereta sekitar pukul 17.00 WIB.

Petugas kemudian menggerakkan kereta menuju Stasiun Rawa Buaya sekitar pukul 18.48 WIB dengan bantuan KRL lain dari belakang. Langkah itu sekaligus membuka kembali akses kendaraan di perlintasan yang sempat tertutup cukup lama.

Penumpang Langsung Panik

Suasana di dalam gerbong langsung berubah tegang ketika suara ledakan terdengar berulang. Lampu kereta sempat mati lalu menyala kembali beberapa kali sebelum akhirnya kereta berhenti total.

Salah satu penumpang, Tasya (25), mengaku mendengar bunyi keras dari dalam gerbong saat perjalanan menuju Tangerang.

“Tadi bunyinya seperti ‘dug’. Kereta mati, hidup lagi, lalu muncul ledakan lagi sampai tiga kali,” kata Tasya.

Ledakan itu membuat banyak penumpang panik. Sebagian penumpang langsung berdiri dan mencari tahu sumber suara. Beberapa lainnya memilih turun setelah pintu kereta terbuka.

Tasya juga memutuskan keluar dari gerbong karena khawatir terjadi gangguan yang lebih serius.

Baca Juga :  Kasus Bea Cukai, Golkar Nilai Transaksi Tatap Muka Rawan Korupsi

Suara Ledakan Muncul dari Gerbong Tengah

Penumpang lain bernama Butar (45) berada di gerbong tiga ketika suara ledakan muncul. Ia mengatakan suara itu terdengar jelas dan membuat penumpang saling bertanya.

“Saya di gerbong tiga waktu kejadian. Suaranya terdengar sampai tiga kali sekitar jam lima sore,” ujarnya.

Setelah mendengar ledakan, Butar berpindah ke gerbong depan untuk mencari posisi yang lebih aman. Namun, ia tetap bertahan di dalam kereta sambil menunggu perjalanan kembali berjalan.

Sampai Selasa malam, pihak terkait belum menjelaskan penyebab pasti munculnya suara ledakan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada gangguan teknis di rangkaian KRL.

Perlintasan Rawa Buaya Lumpuh Sementara

Kereta yang berhenti tepat di area perlintasan membuat arus kendaraan tersendat. Petugas menutup palang perlintasan menuju Jalan Daan Mogot dan arah sebaliknya selama proses penanganan berlangsung.

Banyak pengendara motor dan mobil memilih memutar arah untuk mencari jalan lain. Sebagian pengendara bahkan berhenti di sekitar lokasi untuk melihat kondisi kereta.

Kemacetan sempat memanjang di kawasan Rawa Buaya karena kendaraan tidak bisa melintas selama hampir dua jam.

Warga sekitar juga datang mendekati lokasi. Anak-anak hingga orang dewasa terlihat berkumpul di dekat gerbong belakang yang berada tepat di tengah perlintasan jalan.

Baca Juga :  2 Wakil Indonesia Tembus Semifinal BAC 2026, Peluang ke Final Terbuka Lebar

Petugas Gerakkan Kereta ke Stasiun

Petugas akhirnya menggerakkan rangkaian KRL menggunakan bantuan kereta lain dari belakang. Proses itu berjalan perlahan demi menjaga keselamatan penumpang dan kondisi rel.

Penjaga palang pintu rel Klingkit Rawa Buaya, Zainul, mengatakan petugas membawa kereta ke Stasiun Rawa Buaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kereta disetut KRL lain ke Stasiun Rawa Buaya. Nanti diperbaiki di sana,” ujar Zainul.

Setelah kereta meninggalkan lokasi, kendaraan kembali melintas normal meski antrean masih terlihat di beberapa titik jalan.

Penumpang Minta Pemeriksaan Lebih Ketat

Insiden ini membuat banyak penumpang berharap operator meningkatkan pemeriksaan armada KRL, terutama saat jam sibuk ketika jumlah penumpang meningkat.

Sebagian penumpang mengaku khawatir jika gangguan serupa kembali terjadi dalam perjalanan berikutnya. Mereka juga menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab ledakan agar rasa cemas tidak terus muncul.

Meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini sempat mengganggu perjalanan Commuter Line lintas Duri–Tangerang dan memicu kemacetan di sekitar perlintasan Rawa Buaya.(ar)

Berita Terkait

Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Rekonstruksi Kasus Santri Terbakar Lombok Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian
Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus
Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:00 WIB

Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto

Kamis, 30 Juli 2026 - 05:00 WIB

Rekonstruksi Kasus Santri Terbakar Lombok Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:00 WIB

Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:00 WIB

Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB