Satgas PKH Ungkap PT PMM Tolak Uji Kontainer Rare Earth di Batam

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jubir satgas PKH Barita Simanjuntak( Poto : kompas.com ).

Jubir satgas PKH Barita Simanjuntak( Poto : kompas.com ).

Jakarta, jemarionline.com – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menemukan fakta bahwa PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM) sempat menolak uji kontainer mineral rare earth saat pemeriksaan di Dermaga Kodaeral IV Batam, Kepulauan Riau. Temuan ini langsung menjadi perhatian penyidik dalam dugaan pelanggaran ekspor mineral.

Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, menjelaskan bahwa tim membutuhkan uji sampel untuk memastikan isi kontainer sesuai dokumen ekspor. Namun, pihak perusahaan tidak menyetujui proses tersebut.

“Ketika kami mau membuktikan isi material itu, mereka menolak,” kata Barita.

Pemeriksaan Kontainer di Batam

Tim TNI Angkatan Laut bersama Satgas PKH memeriksa kontainer berisi material mineral yang diduga termasuk kelompok rare earth.

Mereka mencocokkan dokumen ekspor dengan isi fisik barang. Tim juga mengambil sampel untuk diuji di laboratorium agar hasilnya lebih akurat.

Baca Juga :  Kapan Salat Idul Adha 2026? Ini Jadwal Pemerintah dan Ketetapan Resmi Kemenag

Satgas PKH menyebut prosedur ini penting untuk memastikan semua barang ekspor sesuai aturan.

Penolakan Uji Sampel Jadi Sorotan

Satgas PKH menilai penolakan PT PMM terhadap uji sampel sebagai hal yang janggal dalam proses pemeriksaan.

Barita membandingkan dengan perusahaan lain yang bersikap terbuka saat diperiksa.

“Ada perusahaan lain yang kooperatif. Mereka cocokkan dokumen dengan barang di lapangan,” ujarnya.

Penolakan ini membuat penyidik memperdalam kasus lebih lanjut.

Hasil Lab Temukan Indikasi Awal

Hasil uji laboratorium dari sampel material menunjukkan adanya kandungan yang masuk kategori ketat dalam aturan ekspor mineral.

Barita menegaskan bahwa aturan ekspor pasir jarang atau rare earth memang sangat ketat di Indonesia.

“Dari hasil uji lab, kami melihat ada indikasi pelanggaran,” jelasnya.

Baca Juga :  Cara Cek Formasi CPNS 2026 di SSCASN, Kuota Diperkirakan Tembus 400 Ribu

Penyidik kini menelusuri lebih jauh apakah kasus ini masuk pelanggaran pidana, administrasi, atau aturan pertambangan.

PT PMM Bantah Tuduhan

PT Putraprima Mineral Mandiri membantah tuduhan yang mengaitkan mereka dengan ekspor ilegal atau material berbahaya.

Kuasa hukum PT PMM, Poltak Silitonga, menegaskan bahwa perusahaan sudah memiliki dokumen resmi lengkap, termasuk hasil uji Sucofindo dan PEB dari Bea Cukai.

“Kami datang untuk menolak tuduhan itu. Itu tidak benar,” kata Poltak.

Ia juga menilai dokumen resmi tidak akan terbit jika material benar mengandung unsur berbahaya.

Kasus ini masih berjalan. Tim Jampidsus bersama Satgas PKH terus mendalami temuan di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam ekspor mineral tersebut.(ar)

Berita Terkait

Intrik Vendor Rekanan BGN di Balik Markup Motor Listrik Rp 1,1 Triliun
Apakah 15 Juni Cuti Bersama? Ini Penjelasan Berdasarkan SKB 3 Menteri
Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026, Ini Daftar Bantuan dan Besarannya
DPR Usul MBG Disetop Sementara Selama Libur Sekolah, Ini Alasannya
PSI Pastikan Jokowi Segera Jabat Dewan Pembina, Tinggal Tunggu Seremoni
Kepala BGN Bantah Narasi Dana MBG untuk Presiden, Tegaskan Informasi Itu Hoaks
BPK Proses Etik ASN BPK Terlibat Suap Muara Enim, Siap Buka Data ke KPK
Zulhas Sebut Jumlah SPPG Membengkak, Negara Berpotensi Boros Rp 1 Triliun Per Bulan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:00 WIB

Intrik Vendor Rekanan BGN di Balik Markup Motor Listrik Rp 1,1 Triliun

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:00 WIB

Apakah 15 Juni Cuti Bersama? Ini Penjelasan Berdasarkan SKB 3 Menteri

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026, Ini Daftar Bantuan dan Besarannya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:00 WIB

DPR Usul MBG Disetop Sementara Selama Libur Sekolah, Ini Alasannya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:00 WIB

PSI Pastikan Jokowi Segera Jabat Dewan Pembina, Tinggal Tunggu Seremoni

Berita Terbaru