Mobilitas Masyarakat Naik Kuartal I-2026, Dorong Ekonomi dan Penerimaan Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobilitas masyarakat Indonesia meningkat pada kuartal I-2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi. ( Poto : KOMPAS.com )

Mobilitas masyarakat Indonesia meningkat pada kuartal I-2026 dan mendorong pertumbuhan ekonomi. ( Poto : KOMPAS.com )

Jakarta, oegopost.id – Mobilitas masyarakat Indonesia 2026 meningkat pada kuartal I-2026 dan turut mendorong aktivitas ekonomi serta penerimaan negara.

Angka ini naik 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa data tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat sejak awal tahun.

Ia menegaskan bahwa mobilitas warga terus meningkat berdasarkan jumlah perjalanan wisnus.

“Mobilitas warga terlihat dari perjalanan wisatawan nusantara yang tumbuh 13,14 persen pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Amalia, Selasa (5/5/2026).

Maret 2026 Catat Lonjakan Tertinggi

BPS juga mencatat lonjakan signifikan pada Maret 2026. Masyarakat melakukan 126,34 juta perjalanan wisnus pada bulan tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Perkuat Program Perlindungan Sosial 2026 untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Angka ini naik 42,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Selain perjalanan domestik, mobilitas internasional juga meningkat. Indonesia menerima 1,09 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2026, naik 10,5 persen daripada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia juga meningkatkan perjalanan ke luar negeri. BPS mencatat 793.160 perjalanan wisatawan nasional (wisnas), naik 36,36 persen secara tahunan.

Mobilitas Dorong Penerimaan Pajak

Kenaikan mobilitas masyarakat turut meningkatkan konsumsi dan penerimaan negara.

Pemerintah menghimpun Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 55 triliun pada kuartal I-2026.

Baca Juga :  Dirjen Pajak Tegaskan Pemecatan Pegawai DJP Bukan Prestasi, Melainkan Penegakan Disiplin

Nilai ini naik 57,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, pemerintah mengumpulkan penerimaan perpajakan sebesar Rp 394,8 triliun atau tumbuh 20,7 persen secara tahunan.

Kenaikan ini memperkuat kemampuan fiskal pemerintah untuk mempercepat belanja negara sejak awal tahun.

Belanja Negara Menguat

Hingga akhir Maret 2026, pemerintah merealisasikan belanja negara sebesar Rp 815 triliun. Angka ini naik 31 persen lebih tinggi ketimbang kuartal I-2025.

Pemerintah mempercepat belanja, terutama pada program prioritas, untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Langkah ini juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang membantu memperkuat perekonomian nasional di tengah tekanan geoekonomi global.(ar)

Berita Terkait

BI merespons pelemahan Rupiah ke Rp17.400. Simak langkah intervensi dan analisis dampaknya di sini.
OCBC NISP Akuisisi Bisnis Wealth HSBC Indonesia, AUM Tambah Rp89,8 Triliun
Dolar AS Tembus Rp17.400, Bank Indonesia Buka Suara dan Siapkan Langkah Stabilisasi
Menguak Gurita Potongan Aplikator: Mengapa Dompet Driver Ojol Kian Tipis?
Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik Mulai 4 Mei 2026, Ini Rincian Lengkapnya
Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Namun Risiko Harga Energi Masih Mengintai
Bahlil Buka Peluang Harga BBM RON 92 Naik, Stok Energi Dipastikan Aman
Pengguna BRImo Tembus 47,8 Juta, Transaksi Capai Rp2.042 Triliun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:00 WIB

BI merespons pelemahan Rupiah ke Rp17.400. Simak langkah intervensi dan analisis dampaknya di sini.

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:00 WIB

OCBC NISP Akuisisi Bisnis Wealth HSBC Indonesia, AUM Tambah Rp89,8 Triliun

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:00 WIB

Dolar AS Tembus Rp17.400, Bank Indonesia Buka Suara dan Siapkan Langkah Stabilisasi

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:00 WIB

Mobilitas Masyarakat Naik Kuartal I-2026, Dorong Ekonomi dan Penerimaan Negara

Senin, 4 Mei 2026 - 16:00 WIB

Menguak Gurita Potongan Aplikator: Mengapa Dompet Driver Ojol Kian Tipis?

Berita Terbaru

(Foto: Arsip KAI via Detikcom)

Nasional

KAI Ganti Nama KA Argo Bromo Usai Tabrakan

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:00 WIB