Jakarta – Kepolisian memastikan foto yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai wajah pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus merupakan informasi palsu.
Foto tersebut disebut sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan bukan gambar asli pelaku.
Polisi: Foto AI Justru Mengganggu Penyelidikan
Penyidik menyatakan bahwa gambar yang viral itu tidak bisa dijadikan acuan untuk mengidentifikasi pelaku.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menegaskan foto tersebut adalah hoaks yang dibuat menggunakan teknologi AI.
Polisi menyebut penyebaran gambar tersebut justru dapat mengganggu proses penyelidikan karena menimbulkan kesalahan informasi mengenai ciri-ciri pelaku.
Kasus Naik ke Tahap Penyidikan
Sementara itu, kepolisian telah meningkatkan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ke tahap penyidikan.
Langkah ini diambil setelah penyidik menemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut. Hingga kini, aparat masih terus mengidentifikasi pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
Kronologi Serangan
Peristiwa penyiraman air keras terjadi setelah Andrie Yunus selesai mengikuti rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Serangan terjadi pada malam hari setelah kegiatan tersebut berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.
Akibat kejadian itu, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan pemeriksaan awal, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya.
Desakan Pengungkapan Kasus
Sejumlah pihak mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan tersebut.
Kasus ini juga menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia.









