Peretas Diduga Asal Indonesia Kelabui AI Grok dan Bawa Kabur Kripto Rp3,4 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peretas Indonesia kelabui AI Grok AI Grok milik Elon Musk dan membawa kabur aset kripto senilai Rp3,4 miliar melalui manipulasi kode Morse.(  ilustrasi poto : CNBC inconesia ).

Peretas Indonesia kelabui AI Grok AI Grok milik Elon Musk dan membawa kabur aset kripto senilai Rp3,4 miliar melalui manipulasi kode Morse.( ilustrasi poto : CNBC inconesia ).

Jakarta, jemarionline.com – Dunia kripto kembali heboh setelah diduga seorang peretas Indonesia kelabui AI Grok milik Elon Musk.

Pelaku memanfaatkan celah pada integrasi AI untuk memindahkan aset digital senilai US$200 ribu atau sekitar Rp3,4 miliar. Kasus ini langsung memicu perbincangan luas di komunitas kripto internasional.

Banyak pengguna menilai aksi tersebut sebagai salah satu eksploitasi AI paling unik karena pelaku memakai kode Morse untuk mengelabui sistem otomatis.

Pelaku Gunakan Kode Morse untuk Mengecoh AI

Pelaku menjalankan aksinya dengan metode yang tidak biasa. Ia mengirim pesan tersembunyi berbentuk kode Morse kepada Grok.

AI itu kemudian menerjemahkan pesan tersebut menjadi instruksi digital yang dianggap sah oleh sistem Bankrbot.

Pelaku lebih dulu mengirim NFT Bankr Club Membership ke wallet Grok sebelum memulai serangan utama.

Langkah itu membuka akses tambahan di dalam ekosistem Bankr dan memberi Grok izin lebih luas untuk melakukan transaksi token.

Baca Juga :  Modus Vape Berisi Obat Keras Terbongkar, Polisi Amankan Pengedar di Priok

Setelah mendapatkan akses tersebut, pelaku kembali mengirim pesan kode Morse berisi instruksi transfer 3 miliar token DRB ke wallet tertentu.

Grok langsung menerjemahkan pesan itu dan meneruskannya sebagai perintah valid ke sistem Bankrbot.

Sistem blockchain Base kemudian mengeksekusi transaksi tanpa mendeteksi adanya manipulasi. Dalam waktu singkat, seluruh token berpindah ke wallet milik pelaku.

Token Langsung Dijual di Pasar Kripto

Pelaku tidak menunggu lama setelah menerima token DRB. Ia langsung menjual aset itu di pasar terbuka untuk mendapatkan keuntungan cepat.

Penjualan besar dalam waktu singkat sempat mengguncang harga token DRB di pasar kripto.

Data blockchain menunjukkan pelaku juga mengubah sebagian hasil transaksi menjadi aset lain seperti Ethereum dan USDC.

Aktivitas tersebut memperkuat dugaan bahwa pelaku sudah menyiapkan strategi pencairan dana sejak awal.

Baca Juga :  Bitcoin Naik 12% di Januari 2026, Investor Optimis Hadapi Tren Crypto Baru

Komunitas kripto di media sosial X kemudian ramai membahas identitas pelaku.

Beberapa pengguna menduga pelaku berasal dari Indonesia karena akun yang terlibat aktif menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan komunitas.

Nama akun @Ilhamrfliansyh ikut muncul dalam pembahasan tersebut. Namun akun itu langsung menghilang tidak lama setelah transaksi selesai berlangsung.

Kasus Picu Kekhawatiran Baru

Kasus ini memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan AI yang terhubung langsung dengan dompet digital dan sistem transaksi otomatis.

Banyak pengamat menilai integrasi AI dengan layanan keuangan masih memiliki celah besar jika pengembang tidak memperketat sistem validasi perintah.

Sampai sekarang, belum ada pernyataan resmi mengenai identitas pelaku maupun langkah hukum lanjutan.

Namun kasus ini sudah menjadi peringatan serius bagi pengembang AI dan platform kripto di seluruh dunia.(ar)

Berita Terkait

Polisi Tangkap Lima Debt Collector di Pangkalpinang dalam Kasus Penarikan Kendaraan Ilegal
Satgas TNI-Polri Temukan Ladang Ganja Siap Panen di Pegunungan Bintang
Skandal Petral Makin Panas! Kerugian Negara Ternyata Belum Final Dihitung
Bareskrim Siap Tindak Tambang Ilegal di Sulawesi Tengah
KPK Periksa Bos Rokok HS Terkait Skandal Pita Cukai
Dewas KPK Selidiki Pengalihan Penahanan Eks Menag Yaqut Saat Lebaran
Polri Serahkan Tersangka dan Bukti Judol Rp55 Miliar ke Jaksa, Siap Dilanjutkan ke Pengadilan
Modus Vape Berisi Obat Keras Terbongkar, Polisi Amankan Pengedar di Priok
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:00 WIB

Polisi Tangkap Lima Debt Collector di Pangkalpinang dalam Kasus Penarikan Kendaraan Ilegal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:00 WIB

Peretas Diduga Asal Indonesia Kelabui AI Grok dan Bawa Kabur Kripto Rp3,4 Miliar

Minggu, 12 April 2026 - 23:59 WIB

Satgas TNI-Polri Temukan Ladang Ganja Siap Panen di Pegunungan Bintang

Sabtu, 11 April 2026 - 07:00 WIB

Skandal Petral Makin Panas! Kerugian Negara Ternyata Belum Final Dihitung

Selasa, 7 April 2026 - 07:00 WIB

Bareskrim Siap Tindak Tambang Ilegal di Sulawesi Tengah

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB