Surabaya, 1 Maret 2026 – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan hampir 45% bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tidak tepat sasaran. Artinya, banyak bantuan diterima keluarga yang tidak termasuk kelompok sangat miskin atau rentan miskin.
Gus Ipul menekankan bahwa ketidakakuratan data penerima menjadi penyebab utama masalah ini. Ia meminta agar pemerintah daerah segera memperbarui data penerima agar bantuan bisa tepat sasaran.
“Pemerintah daerah, kepala desa, lurah, dan operator data harus bekerja sama agar data penerima bansos selalu akurat. Jangan sampai bantuan yang seharusnya untuk yang membutuhkan justru diterima oleh yang tidak berhak,” kata Gus Ipul di Surabaya, Sabtu (1/3/2026).
Pemerintah telah menyiapkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data utama penerima bansos. Namun, keberhasilan program ini tetap bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dan aparat desa/lurah dalam memperbarui data secara berkala.
Dengan langkah ini, diharapkan bansos PKH bisa lebih tepat sasaran, sehingga program kesejahteraan masyarakat miskin dapat berjalan maksimal.









