Tidak Semua Guru Diangkat PNS, PPPK Jadi Skema Utama ASN

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak Semua Guru Diangkat PNS, PPPK Jadi Skema Utama ASN

Tidak Semua Guru Diangkat PNS, PPPK Jadi Skema Utama ASN

Jemarionline.com, Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa tidak semua guru di Indonesia akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebagian tenaga pendidik tetap akan berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai bagian dari sistem Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlaku secara nasional.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Suharmen, yang menjelaskan bahwa ke depan sistem ASN hanya terdiri dari dua kategori utama, yakni PNS dan PPPK. Dengan demikian, skema PPPK bukanlah status sementara, melainkan bagian permanen dari reformasi manajemen kepegawaian pemerintah.

Menurutnya, pemerintah telah merancang sistem ASN yang lebih fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan pelayanan publik, termasuk di sektor pendidikan yang membutuhkan jumlah tenaga pendidik besar di berbagai daerah.

“Tidak semua guru harus menjadi PNS. Ada yang tetap berada dalam skema PPPK sesuai kebutuhan formasi dan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

PPPK Tetap ASN Resmi

Pemerintah menegaskan bahwa status PPPK memiliki kedudukan resmi sebagai ASN, sehingga tidak lagi dapat disamakan dengan tenaga honorer seperti sebelumnya. Guru yang diangkat sebagai PPPK tetap memperoleh hak kepegawaian sesuai aturan yang berlaku, termasuk gaji dan tunjangan yang bersumber dari negara.

Baca Juga :  Gibran Pastikan Nasib Guru Honorer dan PPPK Terjaga

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan tenaga honorer yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian nasional. Melalui rekrutmen PPPK, pemerintah berupaya memberikan kepastian status kerja sekaligus menjaga efisiensi anggaran negara.

Selain itu, sistem PPPK dinilai mampu memberikan fleksibilitas bagi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan guru sesuai kondisi masing-masing wilayah, terutama di daerah yang masih kekurangan tenaga pengajar.

Penyesuaian Kebutuhan Formasi

Pemerintah menjelaskan bahwa pengangkatan ASN tidak hanya mempertimbangkan jumlah tenaga kerja, tetapi juga kebutuhan jabatan, kemampuan fiskal, serta perencanaan jangka panjang birokrasi.

Tidak semua posisi dinilai harus diisi oleh pegawai berstatus permanen seperti PNS. Oleh karena itu, PPPK menjadi solusi untuk mengisi jabatan tertentu tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.

Langkah ini juga bertujuan menjaga keseimbangan belanja pegawai agar tetap sehat dalam struktur anggaran negara maupun daerah.

Dosen Diarahkan Menjadi PNS

Dalam penjelasan yang sama, pemerintah menyampaikan kebijakan berbeda untuk tenaga pendidik di perguruan tinggi. Dosen disebut akan diarahkan untuk diangkat melalui jalur PNS dan bukan lagi melalui skema PPPK.

Baca Juga :  Jaksa Agung Rotasi 65 Kajari di Seluruh Indonesia

Hal ini karena tugas dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang membutuhkan pengembangan karier akademik jangka panjang.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap sistem pendidikan tinggi dapat berjalan lebih stabil dan berkelanjutan.

Tidak Ada Jaminan PPPK Otomatis Jadi PNS

Pemerintah juga menegaskan bahwa status PPPK tidak secara otomatis berubah menjadi PNS. Pengangkatan tetap mengikuti kebutuhan formasi dan mekanisme seleksi yang berlaku.

Meski demikian, pemerintah memastikan PPPK tetap menjadi bagian penting dalam struktur ASN nasional. Status tersebut dirancang sebagai jalur karier resmi bagi tenaga profesional, termasuk guru.

Harapan bagi Dunia Pendidikan

Kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan guru di seluruh Indonesia sekaligus memberikan kepastian status bagi tenaga pendidik yang selama ini belum memiliki kejelasan karier.

Dengan kombinasi sistem PNS dan PPPK, pemerintah menargetkan pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.

Ke depan, pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan tenaga pendidik agar kebijakan pengangkatan ASN dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu
Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter
Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit
Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar
Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia
SKK Migas Buka Lowongan Kerja 2026, Simak Syarat dan Jadwal Pendaftaran
BRI Kartu Kredit Beri Diskon 20 Persen di MyBluebird, Berlaku hingga Akhir 2026
BBM Baru B50 Resmi Meluncur Juli 2026, Berapa Harganya?
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Komdigi: Pelaku Judol Imingi Petani hingga IRT Rp500 Ribu

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 per Liter

Senin, 13 Juli 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Targetkan Stop Impor Solar, Siapkan Bensin dari Sawit

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:00 WIB

Harta Kekayaan Febrie Adriansyah, Tersangka Korupsi Capai Rp18,26 Miliar

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Prabowo Luncurkan Biosolar B50, DPR Sebut Langkah Monumental Dunia

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB