TNI Beri Penghargaan Tertinggi bagi Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

TNI Beri Penghargaan Tertinggi bagi Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon ( Dok. Merdeka.com/Rahmat Baihaqi )

TNI Beri Penghargaan Tertinggi bagi Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon ( Dok. Merdeka.com/Rahmat Baihaqi )

Jemarionline.com, Jakarta – Indonesia berduka. Tiga prajurit terbaik TNI yang tengah menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) gugur di tengah memanasnya situasi di Lebanon Selatan. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada ketiga pahlawan tersebut.

Pangkat Anumerta untuk Sang Penjaga Perdamaian

Ketiga prajurit tersebut kini menyandang pangkat satu tingkat lebih tinggi sebagai bentuk penghargaan negara:

  • Kapten Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar

  • Sertu Anumerta Muhammad Nur Ikhwan

  • Praka Anumerta Farizal Rhomadhon

Kronologi Insiden di Garis Depan

Ketegangan di wilayah perbatasan Lebanon menjadi saksi bisu pengabdian mereka. Berdasarkan informasi resmi, insiden terjadi dalam dua peristiwa terpisah:

  1. Minggu (29/3): Praka Anumerta Farizal gugur akibat serangan artileri yang menghantam wilayah Adchit Al Qusayr.

  2. Senin (30/3): Kapten Anumerta Zulmi dan Sertu Anumerta Nur Ikhwan gugur setelah kendaraan yang mereka tumpangi terkena ledakan hebat di kawasan Bani Haiyyan.

Baca Juga :  Perundingan Lebanon–Israel Berakhir, Ini Hasil yang Disepakati

Selain ketiga korban jiwa, dilaporkan terdapat lima prajurit lainnya yang mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam penanganan medis intensif.

Jaminan untuk Keluarga yang Ditinggalkan

Negara memastikan bahwa pengorbanan para prajurit ini tidak sia-sia. Selain kenaikan pangkat, pemerintah telah menyiapkan hak-hak penuh bagi keluarga ahli waris, meliputi:

  • Santunan Tunai: Total mencapai Rp1,8 miliar per prajurit.

  • Pendidikan Anak: Pemberian beasiswa penuh bagi anak-anak almarhum hingga jenjang perguruan tinggi.

  • Penghormatan Dunia: Pengajuan Medali Dag Hammarskjold dari PBB atas jasa luar biasa dalam misi internasional.

Baca Juga :  Pemerintah Pertahankan Mandat Biodiesel B50

Sikap Tegas Pemerintah Indonesia

Menyikapi tragedi ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan yang menyasar pasukan perdamaian. Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh dan meminta semua pihak yang bertikai untuk menghormati hukum internasional serta menjamin keselamatan personel PBB di lapangan.

“Mereka adalah martir yang gugur demi misi kemanusiaan. Negara berhutang budi atas keberanian mereka di garis depan perdamaian dunia.”Puspen TNI.

Berita Terkait

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Rekonstruksi Kasus Santri Terbakar Lombok Ungkap Fakta Baru Soal Kelalaian
Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN
Mahkamah Konstitusi Putuskan Sisa Kuota Internet Tidak Hangus
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:36 WIB

KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:00 WIB

Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto

Berita Terbaru