Honorer Wajib Seleksi Ulang, PPPK Paruh Waktu Berakhir

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Honorer Wajib Seleksi Ulang, PPPK Paruh Waktu Berakhir

Honorer Wajib Seleksi Ulang, PPPK Paruh Waktu Berakhir

Jemarionline.com,Jakarta – Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai melakukan penataan ulang data tenaga honorer secara nasional seiring perubahan kebijakan dalam sistem Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu kebijakan penting yang diterapkan adalah penghentian skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tenaga honorer yang telah berlangsung bertahun-tahun sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah.

Kepala BKN menegaskan bahwa pendataan ulang dilakukan untuk memastikan seluruh tenaga non-ASN yang tercatat benar-benar valid dan sesuai kebutuhan instansi pemerintah. Proses ini mencakup verifikasi administrasi hingga penyelarasan database nasional kepegawaian.

“Kami melakukan pembersihan data agar tidak ada lagi ketidaksesuaian informasi maupun potensi penyalahgunaan dalam proses pengangkatan ASN,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi.

Fokus pada PPPK Penuh Waktu

Sejalan dengan kebijakan baru, pemerintah ke depan hanya akan membuka rekrutmen PPPK dengan status penuh waktu. Skema paruh waktu dinilai belum mampu memberikan standar kinerja dan pelayanan yang optimal.

Baca Juga :  Awas! Gaji Ke-13 ASN 2026 Bisa Hangus Jika Penuhi 2 Kondisi Ini

Dengan sistem penuh waktu, pemerintah berharap aparatur yang direkrut dapat bekerja secara maksimal serta memiliki tanggung jawab yang setara di seluruh instansi.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi langkah strategis untuk mengakhiri praktik perekrutan honorer yang tidak terkontrol di masa lalu.

Honorer Harus Siap Ikuti Seleksi

Tenaga honorer yang ingin beralih menjadi PPPK tetap memiliki peluang, namun wajib mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan terbaru. Pemerintah menegaskan bahwa seleksi akan dilakukan lebih ketat melalui uji kompetensi dan verifikasi kebutuhan formasi.

Peserta yang dinyatakan lolos nantinya harus bersedia ditempatkan sesuai kebutuhan negara, termasuk di daerah yang masih kekurangan tenaga ASN.

Sementara itu, bagi PPPK paruh waktu yang saat ini masih menjalani kontrak kerja, status mereka tetap berlaku hingga masa perjanjian berakhir. Namun kontrak tersebut tidak akan diperpanjang dalam skema yang sama.

Baca Juga :  PPPK Gugat UU ASN, Soroti Pasal yang Dinilai Diskriminatif

Tantangan Anggaran Daerah

Penghapusan sistem paruh waktu juga membawa konsekuensi bagi pemerintah daerah. Status PPPK penuh waktu membutuhkan alokasi anggaran lebih besar karena mencakup gaji dan tunjangan secara penuh.

Meski demikian, pemerintah menilai kebijakan ini penting untuk menciptakan birokrasi yang profesional, stabil, dan memiliki kepastian status kerja bagi pegawai.

Penataan ASN Lebih Profesional

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap penataan tenaga non-ASN dapat berjalan lebih transparan dan terukur. Pendataan nasional yang sedang dilakukan BKN menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem manajemen ASN yang lebih modern dan akuntabel.

Penataan tersebut juga diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menyelesaikan polemik tenaga honorer sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik kepada masyarakat.

Berita Terkait

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis
Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla
KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten
Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul
Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK
Daftar 10 Jenderal Bintang Empat TNI Polri Aktif Era Prabowo
Skema Pensiun ASN 2027 Berubah Langsung Masuk Rekening, PT Taspen Nyatakan Kesiapan Penuh
Menkop Pastikan Penyaluran Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih Mulai Direalisasikan Tahun Ini
Berita ini 319 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:02 WIB

KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru

Ponsel yang sedang diisi daya dengan powerbank di atas meja kerja, dikelilingi kabel charger dan laptop.(poto: AI).

Teknologi

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Okt 2026 - 07:14 WIB

Pusat operasi siber bank memantau peringatan akses tidak sah dari agen AI pihak ketiga ke sistem rekening nasabah.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Senin, 26 Okt 2026 - 07:03 WIB

Polres OKU Selatan menetapkan tersangka kasus kematian seorang narapidana di Lapas Muaradua, Sumsel, Sabtu (24/10/2026).(poto: kompas.com).

Hukum

Napi Tewas di Lapas Muaradua, Polisi Jerat Empat Tersangka

Minggu, 25 Okt 2026 - 08:09 WIB

ilustrasi visual yang menggambarkan situasi di mana akses agen AI yang tidak sah terdeteksi dan diblokir pada aplikasi perbankan.(poto: AI).

Internasional

Bank AS Blokir Agen AI Usai Bobol Rekening Nasabah

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:55 WIB