Jemarionline – Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5% pada kuartal pertama 2026. Angka ini didorong oleh konsumsi domestik, investasi, dan ekspor yang stabil.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan ekonomi Indonesia menunjukkan pemulihan yang kuat pasca-pandemi. “Permintaan domestik meningkat, terutama pada perdagangan dan industri manufaktur,” kata Sri Mulyani.
“Investasi juga bertumbuh, baik dari dalam negeri maupun asing. Ini indikator positif bagi stabilitas ekonomi nasional,” tambahnya.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Beberapa faktor utama mendorong pertumbuhan ekonomi:
-
Konsumsi rumah tangga meningkat: penjualan ritel naik
-
Investasi bertambah: sektor manufaktur dan energi menjadi fokus
-
Ekspor stabil: kelapa sawit, batu bara, dan tekstil menyumbang devisa
Sektor yang Berkinerja Positif
-
Manufaktur: meningkat 6% dibandingkan kuartal IV 2025
-
Perdagangan dan e-commerce: tumbuh 5,5%
-
Jasa keuangan: meningkat 4,8% karena pemulihan kredit dan investasi
Tantangan Ekonomi
Beberapa tantangan yang harus diwaspadai:
-
Inflasi global: kenaikan harga energi dan pangan
-
Ketidakpastian geopolitik: mempengaruhi ekspor dan impor
-
Fluktuasi nilai tukar rupiah: mempengaruhi biaya produksi dan investasi
Pemerintah menegaskan akan terus memantau kondisi ekonomi dan mengambil kebijakan proaktif dan adaptif.
Kesimpulan
Ekonomi Indonesia diperkirakan tetap kuat dan stabil pada awal 2026. Konsumsi, investasi, dan ekspor menjadi motor utama pertumbuhan. Pemerintah tetap waspada terhadap risiko global untuk menjaga stabilitas ekonomi.









