Jakarta, jemarionline.com – Tingkat kredit macet pinjol naik menjadi 4,73 persen pada posisi Agustus 2026. Angka Tingkat Wanprestasi 90 Hari (TWP90) industri pinjaman daring tersebut meningkat dari capaian Juli 2026 yang berada di level 4,32 persen.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) langsung menyoroti tren pergerakan rasio kredit bermasalah ini secara serius. Regulator menilai kemampuan bayar penerima dana atau borrower sangat menentukan dinamika angka wanprestasi tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman menyampaikan pernyataan resmi terkait kondisi terkini industri pendanaan digital. Ia menegaskan pengawasan ketat terhadap kualitas pendanaan terus berjalan demi menjaga stabilitas industri.
OJK memantau langsung langkah-langkah perbaikan yang ditempuh para penyelenggara pinjaman daring saat ini. Pengawasan tersebut bertujuan agar rasio TWP90 tetap berada di bawah ambang batas yang aman.
Agusman membeberkan sebanyak 16 penyelenggara pinjaman daring kini mencatatkan TWP90 melebihi ambang batas toleransi 5 persen per Agustus 2026. Kondisi tersebut menuntut respons cepat dari pihak platform pendanaan melalui evaluasi internal secara menyeluruh.
Regulator mendorong seluruh penyelenggara platform untuk menyalurkan pembiayaan secara jauh lebih selektif. Pihak penyelenggara juga wajib memperkuat sistem manajemen risiko guna mencegah pembengkakan pembiayaan bermasalah.
OJK sendiri tetap memberlakukan ketentuan yang membolehkan nasabah mengambil pinjaman di lebih dari tiga platform resmi. Namun, penyelenggara wajib mengimbangi kebijakan pelonggaran tersebut dengan mitigasi risiko yang jauh lebih berlapis.
Penyelenggara harus meningkatkan mutu analisis kelayakan pendanaan terhadap setiap calon peminjam dana. Platform wajib menerapkan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang memadai, serta menjaga posisi TWP90 di bawah batas 5 persen.
OJK Godok Penyesuaian Batas Kategori Pendanaan Macet Baru
Di sisi regulasi, OJK merancang penyesuaian batas kategori pendanaan macet bagi industri pinjaman online. Rencana revisi aturan tersebut memindahkan tolok ukur wanprestasi dari sebelumnya 90 hari menjadi lebih dari 180 hari kalender.
Pemerintah menuangkan perubahan teknis ini ke dalam draf revisi Peraturan OJK (POJK) Nomor 40 Tahun 2024. Regulasi tersebut mengatur tata kelola industri pendanaan bersama berbasis teknologi informasi secara menyeluruh.
Agusman mengungkap alasan mendasar di balik penyusunan aturan baru masa tenggang wanprestasi tersebut. Kebijakan ini menyelaraskan ketentuan kolektibilitas kredit pinjaman daring dengan standar pembukuan yang berlaku di industri perbankan nasional.
Lembaga perbankan konvensional dan institusi formal saat ini mendominasi kelompok pemberi dana (lender) pada ekosistem pindar. Penyelarasan aturan diharapkan menciptakan pengelolaan kualitas aset pembiayaan yang jauh lebih konsisten dan terintegrasi.
Langkah harmonisasi regulasi ini sekaligus mempermudah pengawasan lintas sektor keuangan oleh otoritas berwenang. Pengawasan yang padu akan melindungi kepentingan pemilik modal institusi sekaligus menjaga stabilitas platform secara jangka panjang.
Kinerja Penyaluran Dana Tumbuh Pesat Menembus Target Industri
Meskipun rasio kredit macet mengalami kenaikan, industri pinjaman daring masih mencatat laju ekspansi pembiayaan yang positif. Minat masyarakat dan pelaku usaha terhadap akses pembiayaan digital tetap memperlihatkan kurva kenaikan yang konsisten.
Agusman memaparkan total outstanding pembiayaan industri pinjaman daring menyentuh angka Rp106,94 triliun pada Agustus 2026. Nilai pembiayaan berjalan tersebut tumbuh sebesar 22,07 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penyaluran dana yang melesat dua digit menunjukkan peran strategis platform digital dalam memperluas inklusi finansial. Kebutuhan dana produktif maupun konsumtif masyarakat terus mendorong perputaran dana pada sektor teknologi finansial ini.
OJK mengingatkan laju ekspansi pembiayaan yang cepat wajib beriringan dengan kedisiplinan mengelola risiko gagal bayar. Penguatan verifikasi data calon peminjam menjadi kunci utama agar pertumbuhan bisnis tidak terbebani tumpukan kredit macet.(ar)









