Jakarta, Jemarionline.com – Harga Bitcoin telah turun sekitar 52 persen dari level tertinggi tahun lalu. Selain itu, Bitcoin terus gagal mempertahankan posisi di atas US$60.000 sepanjang tahun 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar. Karena itu, banyak investor memilih menunggu arah pergerakan berikutnya sebelum menambah kepemilikan aset kripto.
Investor Ramai Membeli Opsi Put
Data perdagangan menunjukkan aktivitas transaksi pada ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) meningkat tajam. Investor lebih banyak membeli opsi put, yaitu kontrak yang memberikan keuntungan ketika harga aset terus turun.
Dalam satu hari perdagangan, investor membeli sekitar 275.000 kontrak opsi put. Sebaliknya, mereka hanya membeli kurang dari 129.000 kontrak opsi call. Perbedaan tersebut menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih mengantisipasi pelemahan harga Bitcoin.
Premi Opsi Tunjukkan Sentimen Bearish
SpotGamma mencatat nilai premi opsi ETF IBIT mencapai sekitar US$187 juta. Dari jumlah tersebut, investor mengalokasikan sekitar US$144 juta untuk transaksi opsi put.
Selain itu, aktivitas perdagangan juga menunjukkan dominasi sentimen bearish. Dari 20 kontrak yang paling aktif, investor memilih 19 kontrak opsi put.
Data tersebut menunjukkan pelaku pasar lebih memilih melindungi portofolio daripada mengambil posisi optimistis terhadap Bitcoin.
Peluang Penurunan Masih Besar
Harga opsi yang berakhir pada 31 Juli 2026 menunjukkan peluang sekitar 48 persen bahwa ETF IBIT akan turun di bawah US$30,5 atau sekitar 10 persen dari posisi saat ini.
Meski demikian, pasar juga memperkirakan peluang kenaikan sekitar 55 persen apabila kondisi membaik. Karena itu, analis memperkirakan volatilitas Bitcoin masih akan tetap tinggi dalam beberapa pekan mendatang.
Saham AI Tarik Minat Investor
CEO Two Prime, Alexander Blume, menilai investor kini lebih tertarik pada saham berbasis kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, Bitcoin kesulitan menarik arus modal baru meskipun masih berstatus sebagai aset kripto terbesar di dunia.
Menurutnya, ketidakpastian yang menyelimuti Strategy (MicroStrategy) juga memengaruhi psikologi pasar. Kondisi tersebut mengingatkan investor pada berbagai gejolak besar yang pernah terjadi di industri kripto.
Investor Perlu Mengelola Risiko
Analis mengingatkan investor agar tetap berhati-hati karena pasar kripto masih bergerak sangat fluktuatif.
Selain memantau analisis teknikal, investor juga perlu mencermati kebijakan suku bunga, arus dana ETF, perkembangan ekonomi global, dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan strategi tersebut, investor dapat mengurangi risiko ketika harga Bitcoin bergerak naik maupun turun secara tajam.









