Harga Emas Masih Tertekan, Pakar Prediksi Bisa Turun ke Level Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi harga emas Sumber: freepik

ilustrasi harga emas Sumber: freepik

Jakarta, Jemarionline.com – Harga emas dunia masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Penguatan dolar Amerika Serikat (AS), meredanya ketegangan geopolitik, dan ekspektasi suku bunga tinggi dari bank sentral AS masih membebani pergerakan logam mulia tersebut.

Sejumlah analis menilai tekanan jual belum berakhir. Bahkan, mereka memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan koreksi apabila belum mampu bertahan di area support penting.

Dolar AS Masih Menekan Harga Emas

Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Ketika dolar menguat, investor luar Amerika harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli emas sehingga permintaan cenderung melemah.

Selain itu, pasar juga masih memperhitungkan peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada level tinggi. Kondisi tersebut membuat investor lebih memilih aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan emas yang tidak menawarkan bunga.

Baca Juga :  Rupiah Diprediksi Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Apa yang Perlu Diwaspadai Pekan Depan?

Pakar Prediksi Emas Bisa Turun ke Area Support

Analis komoditas memperkirakan harga emas masih memiliki risiko koreksi menuju area US$3.900 per troy ounce apabila tekanan jual terus berlanjut. Level tersebut dinilai sebagai area support penting yang akan menentukan arah pergerakan emas berikutnya.

Namun, apabila harga mampu bertahan di atas level tersebut, emas masih memiliki peluang melakukan pemulihan secara bertahap setelah tekanan mereda. Karena itu, investor terus mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter Amerika Serikat.

Ketegangan Geopolitik Mulai Mereda

Meredanya konflik di Timur Tengah ikut mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Sebelumnya, ketegangan geopolitik sempat mendorong harga emas mencapai rekor tertinggi. Kini, kondisi pasar mulai berubah setelah situasi kawasan menunjukkan tanda-tanda yang lebih stabil.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Tiba-Tiba Terkoreksi, Galeri24 Jatuh Lebih Dalam dalam Sepekan

Selain faktor geopolitik, pasar juga memperhatikan data ekonomi Amerika Serikat. Jika data ekonomi tetap kuat, peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama akan semakin besar sehingga tekanan terhadap harga emas bisa berlanjut.

Investor Disarankan Tetap Waspada

Analis menyarankan investor tidak terburu-buru mengambil keputusan saat harga emas berfluktuasi tajam. Sebaliknya, investor perlu memperhatikan level teknikal, perkembangan inflasi, arah suku bunga, dan pergerakan dolar AS sebelum menambah kepemilikan emas.

Di sisi lain, emas masih memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, banyak investor tetap mempertahankan sebagian portofolio mereka pada logam mulia meskipun harga sedang terkoreksi.

Berita Terkait

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Mulai Beralih ke Opsi Lindung Nilai
OJK Tertibkan Financial Influencer, Pelanggar Terancam Denda Rp15 Miliar
Harga Kripto Hari Ini 24 Juni 2026, Bitcoin Turun ke Rp1,13 Miliar
IHSG Ditutup Anjlok 3,56% ke 5.883, Investor Dibayangi Tekanan Pasar
Saham Tambang Ini Cuan 127%, Kalahkan ANTM dalam Jangka Panjang
RANS Milik Raffi Ahmad Bersiap IPO, Tawarkan Saham Rp135-Rp170
Harga Emas Terbang Lagi, Damai Iran-AS Jadi Pendorong Utama
MSCI Putuskan Status Indonesia, Risiko Outflow US$13 Miliar Mengintai
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:00 WIB

Harga Bitcoin Anjlok, Investor Mulai Beralih ke Opsi Lindung Nilai

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Masih Tertekan, Pakar Prediksi Bisa Turun ke Level Ini

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:00 WIB

OJK Tertibkan Financial Influencer, Pelanggar Terancam Denda Rp15 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:00 WIB

Harga Kripto Hari Ini 24 Juni 2026, Bitcoin Turun ke Rp1,13 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:00 WIB

IHSG Ditutup Anjlok 3,56% ke 5.883, Investor Dibayangi Tekanan Pasar

Berita Terbaru

(Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ekonomi

Rupiah Menguat Lawan Dolar AS Setelah Empat Hari Melemah

Jumat, 26 Jun 2026 - 13:00 WIB