Jakarta, Jemarionline.com – Harga emas dunia masih bergerak di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Penguatan dolar Amerika Serikat (AS), meredanya ketegangan geopolitik, dan ekspektasi suku bunga tinggi dari bank sentral AS masih membebani pergerakan logam mulia tersebut.
Sejumlah analis menilai tekanan jual belum berakhir. Bahkan, mereka memperkirakan harga emas masih berpotensi melanjutkan koreksi apabila belum mampu bertahan di area support penting.
Dolar AS Masih Menekan Harga Emas
Penguatan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Ketika dolar menguat, investor luar Amerika harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli emas sehingga permintaan cenderung melemah.
Selain itu, pasar juga masih memperhitungkan peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga pada level tinggi. Kondisi tersebut membuat investor lebih memilih aset yang memberikan imbal hasil dibandingkan emas yang tidak menawarkan bunga.
Pakar Prediksi Emas Bisa Turun ke Area Support
Analis komoditas memperkirakan harga emas masih memiliki risiko koreksi menuju area US$3.900 per troy ounce apabila tekanan jual terus berlanjut. Level tersebut dinilai sebagai area support penting yang akan menentukan arah pergerakan emas berikutnya.
Namun, apabila harga mampu bertahan di atas level tersebut, emas masih memiliki peluang melakukan pemulihan secara bertahap setelah tekanan mereda. Karena itu, investor terus mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Ketegangan Geopolitik Mulai Mereda
Meredanya konflik di Timur Tengah ikut mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Sebelumnya, ketegangan geopolitik sempat mendorong harga emas mencapai rekor tertinggi. Kini, kondisi pasar mulai berubah setelah situasi kawasan menunjukkan tanda-tanda yang lebih stabil.
Selain faktor geopolitik, pasar juga memperhatikan data ekonomi Amerika Serikat. Jika data ekonomi tetap kuat, peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama akan semakin besar sehingga tekanan terhadap harga emas bisa berlanjut.
Investor Disarankan Tetap Waspada
Analis menyarankan investor tidak terburu-buru mengambil keputusan saat harga emas berfluktuasi tajam. Sebaliknya, investor perlu memperhatikan level teknikal, perkembangan inflasi, arah suku bunga, dan pergerakan dolar AS sebelum menambah kepemilikan emas.
Di sisi lain, emas masih memiliki daya tarik sebagai aset lindung nilai dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, banyak investor tetap mempertahankan sebagian portofolio mereka pada logam mulia meskipun harga sedang terkoreksi.









